Pertamax Naik, SPBU Pintu Satu Unhas Kehabisan Stok Pertamax dan Pertalite
Waode Nurmin June 10, 2026 05:09 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax kosong di SPBU 74 902 22 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (10/6/2026) siang.

Hanya ada BBM jenis solar, itu pun kendaraan harus antre mengisi.

SPBU 74 902 22 berada di Jl Perintis Kemerdekaan Km 10, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Harga Pertamax Ron 92  per hari ini naik, dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

Sedangkan Pertamax Green harganya melonjak Rp 4.100, dari Rp 12.900 per liter ke Ron 17.000 per liter.

Untuk Pertalite tetap di harga Rp 10 ribu per liter.

Pantauan Tribun-Timur.com, Rabu pukul 15.11 Wita stok Pertalite dan Pertamax kosong di SPBU yang berada di depan Pintu Satu Universitas Hasanuddin (Unhas) ini.

Padahal silih berganti pengendara motor maupun mobil masuk untuk mengisi BBM.

Namun, mereka harus kecewa karena stok kosong, sehingga langsung keluar dari area SPBU.

Ada satu truk tangki Pertamina yang menunggu untuk bongkar muatan.

Sementara bus dan truk antre panjang mengisi solar. Antrean mengular hingga keluar area SPBU.

Pengendara Adi mengaku tak terlalu mempermasalahkan kenaikan harga Pertamax.

Penghasilannya mendekati upah minimum regional (UMR) dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ia juga merasa menggunakan Pertamax lebih irit ketimbang Pertalite.

Tarikan mesin kendaraannya pun lebih ringan ketika mengisi BBM Pertamax..

“Sebenarnya tergantung sih. Kalau untuk saya, yang gajinya mendekati UMR, enggak ada masalah sih,” katanya saat ditemui di SPBU Pintu Satu Unhas ini, Rabu

(10/6/2026).

Ia menambahkan penggunaan Pertamax maupun Pertalite disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan.

Jika hanya dalam Kota Makassar, akan tetap memakai Pertamax.

Untuk perjalan jauh lintas kabupaten/kota, kemungkinan baru beralih ke Pertalite.

“Kalau misalnya saya mau perjalanan jauh, mungkin saya pakainya Pertalite.  Kalau mau perjalanan dekat di antar kota, mungkin saya pakainya Pertamax,” ujar pria bekerja sebagai barista ini.

Menurut Adi, kenaikan harga Pertamax ini menjadi momentum sebenarnya bagi pemerintah untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi ramah lingkungan.

Apalagi, Kota Makassar saat ini dinilai sudah sangat macet. Banyak pemborosan BBM karena terjebak macet.

“Mungkin ke depan kita akan go green, beralih ke kendaraan listrik yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Ia melanjutkan, momen ini juga kesempatan masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

Namun, pemerintah perlu menyiapkan sarana dan prasarananya.

Pemerintah bisa meniru pengelolaan transportasi di Jepang.

Ada berbagai sarana transportasi umum yang saling terintegrasi, sehingga memudahkan masyarakat beraktivitas setiap harinya.

“Saya berharap memang masyarakat Makassar beralih ke transportasi umum dan saya harap pemerintah bikin Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT, kereta, bus, dan sebagainya. Transportasinya terintegrasi satu sama lain,” terang pria yang pernah kuliah di salah satu kampus di Hiroshima, Jepang ini. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.