TRIBUNPAPUABARAT.COM.MANOKWARI - Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari mengakui masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan tenaga dokter di sejumlah puskesmas, terutama di fasilitas kesehatan dengan layanan rawat inap seperti Puskesmas Prafi dan Puskesmas Masni.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare, mengatakan saat ini terdapat sekitar 24 dokter berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 11 dokter kontrak yang tersebar di 16 puskesmas di Kabupaten Manokwari.
Namun, sebagian besar dokter ASN tersebut sedang menjalani pendidikan spesialis sehingga berdampak pada ketersediaan tenaga dokter di lapangan.
"Kita punya jumlah tenaga dokter khusus PNS yang tersebar di 16 puskesmas sekitar 24 orang dan 11 dokter kontrak, Tetapi yang mengalami kendala, sebagian besar mereka sedang sekolah mengambil spesialis, sehingga kita tentu mengalami kekurangan tenaga dokter," ujar Alexander Takdare, Rabu (10/6/2026).
Dengan demikian, total tenaga dokter yang dimiliki oleh Kabupaten Manokwari saat ini mencapai sekitar 35 orang.
"Jadi secara keseluruhan kita memiliki sekitar 35 dokter," katanya.
Baca juga: Pengemudi Ojek Keluhkan Pertamax Naik Jadi Rp16.650 per Liter, Antre Pertalite Terlalu Lama
Alexander menjelaskan, hampir seluruh puskesmas di Kabupaten Manokwari telah memiliki tenaga dokter, meskipun sebagian besar hanya memiliki satu dokter yang bertugas.
Kondisi tersebut masih dapat menunjang pelayanan dasar, namun menjadi tantangan tersendiri bagi puskesmas perawatan yang memiliki jumlah pasien cukup tinggi.
Menurutnya, Puskesmas Prafi menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang paling membutuhkan tambahan tenaga dokter karena tingginya angka kunjungan pasien rawat jalan maupun rawat inap.
"Yang mengalami kendala terutama puskesmas perawatan seperti Puskesmas Prafi dan Masni. Khusus Puskesmas Prafi, jumlah pasien dan kunjungan rawat jalan maupun rawat inap cukup banyak, sehingga kalau hanya dilayani satu tenaga dokter tentu masih mengalami hambatan," jelasnya.
Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari berupaya mencari solusi untuk menambah tenaga dokter di wilayah tersebut guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Meski saat ini mengalami kekurangan tenaga dokter akibat banyaknya ASN yang sedang menempuh pendidikan spesialis, Alexander menilai kebutuhan dokter di Kabupaten Manokwari sebenarnya dapat terpenuhi apabila seluruh dokter tersebut kembali bertugas setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia menjelaskan, dengan jumlah penduduk Kabupaten Manokwari yang kini mencapai lebih dari 200 ribu jiwa, kebutuhan dokter masih dapat dipenuhi berdasarkan rasio pelayanan kesehatan yang berlaku.
"Kalau kita punya jumlah penduduk sekitar 200 ribuan, biasanya satu dokter melayani sekitar 2.400 penduduk. Sebenarnya jumlah dokter kita mencukupi apabila teman-teman dokter yang sedang mengambil spesialis sudah kembali bertugas," ujarnya.
Baca juga: Buruh Sekop Pasir Manokwari Desak Pemerintah, Harga Rp150 Ribu Tak Sesuai dengan Tenaga
Alexander berharap seluruh dokter yang saat ini menjalani pendidikan spesialis dapat kembali ke Kabupaten Manokwari setelah menyelesaikan studi mereka.
Menurutnya, salah satu persoalan yang sering dihadapi daerah adalah tenaga medis yang melanjutkan pendidikan namun tidak kembali bertugas di tempat asal.
Ia menegaskan, kembalinya para dokter tersebut sangat penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan memenuhi kebutuhan tenaga medis di seluruh puskesmas.
"Intinya ketika mereka selesai sekolah, mereka harus kembali untuk melaksanakan tugas di Manokwari. Jangan sampai seperti yang kadang terjadi, sekolah terus tidak mau balik. Itu yang menjadi hambatan bagi kita," tegas Alexander.
Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari berharap dukungan semua pihak agar para dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis dapat kembali mengabdi di daerah, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dapat semakin optimal di masa mendatang. (*)