- Serangan terbaru Israel terhadap Lebanon dan Iran disebut memperjelas bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang memulai perang secara bersamaan, menginginkan hal yang berbeda.
Ketika Israel melakukan serangan pada Minggu (7/8/2026), Iran menanggapi dengan menembakkan rudal balistik ke Israel untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata April 2026.
Israel kemudian menyerang Iran, yang dengannya Trump telah terlibat dalam negosiasi berisiko tinggi selama beberapa minggu.
Kini pertempuran telah mereda, tetapi perbedaan antara kedua pemimpin itu kemungkinan akan tetap ada.
Hal tersebut karena Trump, yang partainya akan menghadapi pemilihan umum akhir tahun ini, ingin mengakhiri perang yang tidak populer dan membuka kembali Selat Hormuz untuk menurunkan harga gas.
Iran mengatakan gencatan senjata penuh di Lebanon adalah kunci untuk kesepakatan apa pun.
Sementara itu Netanyahu, yang juga menghadapi pemilihan umum tahun ini, berada di bawah tekanan untuk menghentikan serangan Hizbullah dan membuktikan bahwa ia memenangkan perang melawan Iran dan sekutunya.
Netanyahu juga perlu mengelola hubungan dengan sekutu terpenting Israel tanpa terlihat tunduk padanya.