Jalan Nasional Bireuen-Takengon Terancam Putus dan Membahayakan Pengendara
Sri Widya Rahma June 10, 2026 05:54 PM

​Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

​TribunGayo.com, REDELONG - Jalan lintas Bireuen-Takengon yang berada di wilayah Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, terancam putus.

Kondisi jalan yang amblas kian meresahkan dan memicu kekhawatiran bagi para pengendara yang melintas.

Pantauan waratwan TribunGayo.com Bustami pada Selasa (9/6/2026), kondisi jalan nasional tersebut sangat membahayakan karena separuh badan jalan sudah ambruk ke jurang.

Kekuatan kebersamaan saling peduli Jalan Enang-Enang kini sudah bisa dilintasi >> Baca juga: Bantu Dana Perbaikan Enang-Enang Bener Meriah, Abiya Jeunieb: Bila Mau Patungan Semua Jembatan Siap

Baca juga: Meski di Arab Saudi, Jemaah Haji Bener Meriah Kirim Puluhan Juta untuk Perbaiki Jalan Enang-enang

​Selain itu, di sepanjang jalur penghubung wilayah pesisir dengan Dataran Tinggi Gayo ini terdapat beberapa titik yang rawan amblas mulai dari kawasan Rakal, Kecamatan Timang Gajah, hingga Umah Besi, Kecamatan Gajah Putih.

Namun, titik terparah dan paling kritis berada di Kampung Gemasih, tak jauh dari Jembatan Tenge Besi, Kecamatan Pintu Rime Gayo.

​Di titik ini, para pengendara terpaksa harus saling menunggu dan melintas secara bergantian lantaran sisa badan jalan hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan.

Kondisi ini semakin berbahaya pada malam hari karena minimnya penerangan serta ketiadaan tanda peringatan di lokasi tersebut.

​Kerusakan parah ini merupakan dampak beruntun dari bencana longsor dan banjir bandang yang sempat melanda wilayah Bener Meriah pada akhir 2025 lalu. 

Hingga kini, kondisi jalan tersebut masih membutuhkan penanganan serius.

Pengakuan Warga Setempat

​Untuk diketahui, akses utama jalan lintas Bireuen-Takengon saat ini memang masih dalam kondisi darurat. 

Baca juga: Jalan Nasional Kawasan Enang-enang Bener Meriah Ditutup Sementara, Masuk Tahap Pengaspalan

Selain bergantung pada dua titik jembatan Bailey, pengendara juga masih harus menggunakan jalur alternatif. 

Hal ini terjadi karena jalur utama di kawasan Enang-enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, masih lumpuh dan belum mendapatkan penanganan dari pemerintah.

Lumpuhnya akses di kawasan Enang-enang yang berlangsung hampir satu tahun ini pun mulai memukul perekonomian setempat.

Salah seorang warga di Kampung Gemasih, Kecamatan Pintu Rime Gayo, M Ihsan mengatakan kondisi jalan saat ini sangat berbahaya bagi para pengendara yang melintasinya, karena hanya menyisahkan separuh jalan.

"Kerusakannya sudah terjadi hampir setahun, pascaterjadi bencana, kini semakin hari semakin membesar hingga hampir amblas sepenuhnya," katanya.

Ihsan berharap, pihak terkait segera mengambil tindakan konkrit untuk memperbaiki jalan ini sebelum situasi memburuk.

Mengingat ribuan warga di Dataran Tinggi Gayo sangat bergantung pada akses ini, penundaan perbaikan dikhawatirkan dapat melumpuhkan total arus transportasi.

Warga ​Gotong Royong di Kawasan Enang-enang

​Dipicu kondisi tersebut, warga akhirnya bergerak secara swadaya untuk membersihkan dan memperbaiki jalan di kawasan Enang-enang.

Saat ini, jalur alternatif tersebut terpaksa ditutup sementara dari pengerjaan resmi warga.

PERBAIKAN JALAN ENANG-ENANG- Sahrial Abadi (tengah) salah satu inisiator perbaikan jalan kawasan Enang-enang, Bener Meriah. Ia mengaku terharu dan tak bisa membendung air mata setelah mengetahui ada bantuan dan dari jamaah haji asal Bener Meriah, Senin (8/6/2026).
PERBAIKAN JALAN ENANG-ENANG- Sahrial Abadi (tengah) salah satu inisiator perbaikan jalan kawasan Enang-enang, Bener Meriah.

Penutupan dilakukan karena jalur yang menghubungkan wilayah pesisir dengan Dataran Tinggi Gayo itu sudah memasuki tahap pengaspalan. 

​Proyek perbaikan ini menjadi potret nyata aksi gotong royong masyarakat. Pasalnya, seluruh biaya pengerjaan murni bersumber dari dana swadaya. 

Aksi ini bermula dari keprihatinan warga terhadap material longsor yang sempat menutupi badan jalan selama hampir setengah tahun. 

Enggan menunggu penanganan pemerintah lebih lama, warga patungan menyewa satu unit alat berat demi membersihkan jalur vital tersebut, hingga akhirnya kini siap diaspal.

​Tokoh masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo, sekaligus inisiator perbaikan jalan kawasan Enang-enang, Sahrial Abadi kepada wartawan TribunGayo.com Bustami pada Senin (8/6/2026), membenarkan bahwa saat ini akses jalan ditutup sementara agar proses pengerjaan tidak terganggu.

"Proses pembersihan longsor dan perataan jalan sudah selesai hari ini. Saat ini masuk tahap pengaspalan, makanya jalan kita tutup sementara," ujarnya.

​Sahrial menjelaskan, proses pengaspalan jalan tersebut diprediksi memakan waktu kurang lebih 10 hari. 

Setelah pengaspalan rampung, pengerjaan akan dilanjutkan dengan pengecoran beton di sisi jalan guna memperkuat struktur aspal.

​"Kita nanti juga akan buat rabat beton di sisi kiri dan kanan jalan agar struktur jalan lebih kuat dan badan jalan lebih lebar. Mohon doanya lah agar niat baik kami ini tidak ada kendala," pungkasnya.

Pemkab Bener Meriah Terus Melakukan Koordinasi

Sementara itu, pada Selasa (2/6/2026), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, menyampaikan bahwa ruas Jalan Enang-enang yang berada pada jalur Takengon–Bireuen merupakan jalan berstatus nasional.

Sehingga, seluruh kewenangan pembangunan, pemeliharaan, maupun perbaikannya berada di tangan Pemerintah Pusat melalui instansi terkait bukan dibawah Pemkab Bener Meriah.

Namun, Pemkab Bener Meriah juga menegaskan bahwa Pemerintah Pusat tidak tinggal diam dalam menyikapi kondisi yang terjadi. 

Berdasarkan informasi yang telah disampaikan oleh instansi terkait, pembangunan jembatan permanen pada lokasi tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2027.

Pelaksanaan pembangunan tersebut memerlukan tahapan yang harus dijalankan sesuai ketentuan, mulai dari proses perencanaan teknis, penyusunan dokumen, penganggaran, hingga proses pengadaan dan pelelangan pekerjaan. 

Seluruh tahapan tersebut merupakan bagian dari mekanisme yang wajib dilaksanakan agar pembangunan dapat berjalan sesuai aturan dan menghasilkan konstruksi yang aman serta berkualitas.

"Pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan pada ruas jalan nasional, tidak dapat dilakukan secara instan karena harus melalui proses perencanaan, penganggaran, dan pelelangan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk memahami proses tersebut dan bersama-sama menjaga kondusivitas daerah," tambah Ilham.

Pemkab Bener Meriah juga terus melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat guna memastikan penanganan ruas jalan dan pembangunan jembatan dapat terlaksana sesuai jadwal yang telah direncanakan. (*)

Baca juga: Sering Dipertanyakan Warga, Ternyata Ini Alasan Pemkab Bener Meriah Belum Perbaiki Jalan Enang-enang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.