Wujud Ikhtiar, Korban Teror Api Misterius di Seyegan Sleman Bakal Gelar Doa Bersama
Muhammad Fatoni June 10, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Upaya untuk mengungkap fenomena aneh berupa kebakaran berulang yang terjadi di rumah Agusyani Mujiyanto di Padukuhan Mriyan X, Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman terus ditempuh dengan beragam cara.

Saat ini, penelitian ilmiah yang sedang dilakukan para ahli dari lintas instansi terus diupayakan dan berjalan.

Di sisi lain, keluarga korban ingin melengkapi upaya yang telah dilakukan ini dengan ikhtiar batin melalui doa bersama. 

Agusyani mengatakan, acara doa bersama tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (11/6/2026) malam.

Pihak keluarga mempertimbangkan waktu pelaksanaan di malam hari atau selepas ibadah Isya sekitar pukul 20.00 WIB.

"Kami mengundang para tetangga sekitar, dan para relawan yang selama ini berjaga. Estimasi undangan sekitar 100 orang," ujar Agusyani, ditemui di rumahnya, Rabu (10/6/2026). 

Rangkaian Acara

Ada yang berbeda dari rangkaian doa bersama ini.

Selain diisi dengan pembacaan Surat Yasin atau yasinan, pihak keluarga juga akan menyelipkan sosialisasi atau semacam agenda pemaparan hasil sementara kajian dari para ahli yang selama ini meneliti rumah mereka.

Penyatuan ruang spiritual dan ruang ilmiah ini diharapkan bisa memberikan gambaran terang bagi warga sekitar. 

Pihak keluarga menaruh harapan besar agar misteri yang memicu lebih dari seratus titik api ini bisa segera terpecahkan.

Kejelasan penyebab dinilai menjadi kunci utama untuk mengembalikan rasa aman dan keselamatan di lingkungan mereka.

"Kami memohon doa, semoga segera menemukan jalan keluar dan penyebab pastinya lekas diketahui. Kami juga berharap para peneliti yang bekerja di lapangan selalu diberi kesehatan serta kemudahan," kata Agus. 

"Kami juga berharap, semoga keluarga kami senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan menghadapi ujian ini," imbuhnya.

Baca juga: Tim Peneliti UGM Berencana Cek Ulang Lokasi Api Misterius di Seyegan, Pastikan Pembuktian Ilmiah

Hasil Penelitian Sementara

Sejauh ini, sejumlah peneliti dari lintas intansi telah datang untuk melakukan penelitian di rumah Agusyani.

Ada dari UGM, UPN "Veteran" Yogyakarta, Gegana Sat Brimob Polda DIY, BPBD Sleman hingga BPPTKG.

Tim telah turun ke lokasi dan melakukan observasi sejak pekan lalu.

Terbaru, tim laboratorium geofisika eksplorasi dari UGM bahkan telah menerjunkan alat georadar dan geolistrik, untuk memindai lapisan bawah tanah rumah Agusyani.

Hasilnya ditemukan ada retakan dan anomali lapisan dibawah tanah.

Temuan ini semakin menguatkan, dugaan adanya migrasi gas yang muncul dari bawah tanah. Namun hasil penelitian ini perlu kajian atau analisis lebih lanjut. 

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga telah turun ke lapangan, ikut mengusut penyebab teror api ini.

Selanjutnya, tim dari Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM juga telah melakukan metode penjenuhan basa atau penyuntikan larutan air kapur ke dalam tanah untuk mengatasi kebakaran berulang ini.

Metode ini bertujuan menekan bakteri penyebab produksi gas hidrogen yang diduga menjadi penyebab pemicu api.

Dari semua penelitian yng masih berjalan, sampai sekarang belum ada satupun kesimpulan final untuk mengungkap penyebab kemunculan api secara acak ini.

Hingga hari ke-19 keluarga Agusyani dibantu relawan dan warga masih terus berjaga.

Api masih kerap tiba-tiba muncul. Entah sampai kapan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.