Penampakan Surili Jawa di Gunung Merbabu Jateng, Ternyata Belum Punah
rival al manaf June 10, 2026 06:55 PM

TRIBUNJATENG.COM - Penampakan primata langka Surili Jawa (Presbytis fredericae) muncul di Gunung Merbabu Jawa Tengah.

Satwa langka itu ternyata terdata masih ada 37 ekor di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.

Hasil pemantauan Balai Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu pada 2025 mencatat keberadaan 37 ekor surili yang tersebar di sejumlah titik habitat penting kawasan konservasi tersebut.

Baca juga: Waspada Efek Domino Kenaikan Harga Pertamax, Ini Upaya Pemkab Batang

Baca juga: Polisi Lalu Lintas Pekalongan Digembleng Prosedur Penanganan TKP

Temuan itu menjadi kabar menggembirakan di tengah kekhawatiran rusaknya habitat satwa liar akibat kebakaran besar yang pernah melanda lereng Merbabu pada 2019 silam.

Dari hasil monitoring di area seluas 96 hektar, petugas Resort Selo menemukan sedikitnya 16 individu Surili Jawa.

Populasi tersebut terdiri dari surili dewasa, remaja hingga anakan, yang menandakan proses reproduksi masih berjalan alami.

Kepala Balai TN Gunung Merbabu, Anggit Haryoso, menyebut keberadaan Surili Jawa menjadi indikator penting bahwa kondisi ekosistem di kawasan konservasi masih terjaga.

"Satwa liar hanya dapat bertahan apabila habitatnya tetap terjaga. Temuan ini menjadi sinyal positif bahwa upaya perlindungan kawasan dan pemulihan ekosistem di Gunung Merbabu berjalan dengan baik," ujar Anggit.

Tak Lepas dari Pemulihan Vegetasi Pakan

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan populasi surili tidak lepas dari proses pemulihan vegetasi pakan pascakebakaran hutan.

Salah satu tanaman utama yang kembali tumbuh adalah kemlandingan gunung (Albizia lophanta).

Vegetasi tersebut kini kembali mendominasi kawasan habitat dan menjadi sumber pakan penting bagi Surili Jawa maupun primata lain seperti Lutung Budeng.

Balai TN Gunung Merbabu menilai pulihnya vegetasi menjadi faktor utama yang mendukung keberlangsungan hidup satwa liar di kawasan itu.

"Menjaga hutan bukan hanya tentang melindungi kawasan, tetapi juga memastikan satwa liar tetap memiliki rumah yang aman untuk hidup dan berkembang," tegas Anggit.

Balai TN Gunung Merbabu memastikan pengawasan kawasan konservasi akan terus diperketat guna menjaga populasi primata endemik tetap lestari di habitat alaminya.

Keberadaan Surili Jawa di lereng Merbabu sekaligus menjadi bukti bahwa proses pemulihan alam pascakebakaran masih memberi harapan bagi keberlangsungan ekosistem hutan pegunungan di Jawa Tengah. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.