Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Aksi vandalisme kembali marak di kawasan Benteng Keraton Kasunanan Surakarta.
Coretan-coretan liar terlihat memenuhi bagian benteng, terutama di sisi barat kawasan keraton hingga sepanjang Jalan Reksoniten.
Baca juga: Soal Polemik Pengembalian Pusaka, LDA Tegaskan Milik Dinasti dan Terikat Hukum Adat Keraton Solo
Keraton Kasunanan Surakarta pun berencana melakukan pengecatan ulang untuk menghapus berbagai coretan yang merusak tampilan bangunan cagar budaya tersebut.
Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, mengatakan upaya pengecatan ulang segera dilakukan sebagai langkah penanganan awal terhadap aksi vandalisme yang semakin marak.
“Pastinya akan dicat ulang,” ungkapnya saat ditemui di Talang Paten, Selasa (9/6).
GKRP Timoer menyayangkan aksi vandalisme yang terjadi di kawasan bersejarah tersebut.
Menurutnya, tindakan mencoret bangunan cagar budaya menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga warisan budaya.
“Sangat disayangkan. Ini adalah bentuk kurangnya edukasi kepada masyarakat terhadap benda-benda atau cagar budaya yang seharusnya kita rawat,” tutur GKRP Timoer.
Baca juga: Dua Kubu di Keraton Solo Belum Temukan Titik Temu, Malam 1 Suro Terancam Ada Dua Kirab
Ia menilai persoalan tersebut menjadi catatan bersama, baik bagi pemerintah maupun pihak keraton, untuk meningkatkan edukasi pelestarian budaya kepada masyarakat.
Menurutnya, generasi muda perlu diberikan pemahaman lebih kuat mengenai pentingnya menjaga bangunan bersejarah agar tetap lestari.
“Sangat disayangkan saja. Mungkin ini sebagai koreksi kita sebagai pemerintah maupun Keraton Surakarta untuk lebih mengedukasi masyarakat dan generasi selanjutnya agar lebih mengerti dan melestarikan cagar budaya yang kita miliki,” ungkap GKRP Timoer.
Keraton berharap upaya pelestarian cagar budaya tidak hanya dilakukan oleh pemerintah maupun pihak keraton, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat sebagai bagian dari identitas budaya Kota Solo. (amd)