Tes Kesehatan Bagi Paskibraka Ketat, Gigi Berlubang Penyebab Peserta Gugur di Seleksi Provinsi
Junisah June 10, 2026 08:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Kondisi kesehatan gigi menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian khusus dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Kalimantan Utara tahun 2026.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tana Tidung menyebut pemeriksaan kesehatan pada seleksi Paskibraka kini semakin ketat, sehingga peserta yang memiliki masalah kesehatan, termasuk pada gigi, berpotensi tidak lolos ke tahap berikutnya.

Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Badan Kesbangpol Tana Tidung Lailan menyampaikan, dari tujuh peserta yang dikirim mengikuti seleksi Paskibraka tingkat provinsi, dua peserta dinyatakan gugur pada tahapan pemeriksaan kesehatan.

"Dari tujuh peserta itu yang gugur pada saat seleksi kesehatan itu ada dua peserta jadi sisa lima peserta yang kita tunggu hasilnya di provinsi apakah mereka tetap di sana atau dikembalikan ke kabupaten," ujar Lailan kepada TribunKaltara.com, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Kesbangpol Tana Tidung Tunggu Hasil Akhir, 5 Pelajar Masih Berjuang di Seleksi Paskibraka Provinsi

Ia mengatakan, secara umum tidak ada perubahan persyaratan seleksi dari tahun ke tahun. Namun, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan saat ini dinilai lebih ketat dibanding sebelumnya, terutama terkait kondisi gigi peserta.

"Dari tahun ke tahun tidak ada perbedaan untuk syarat jadi sama aja yang untuk kesehatan, cuman sekarang tambah ketat terkait kesehatan terutama tuh gigi," katanya.

Menurutnya, peserta yang memiliki gigi berlubang sebenarnya masih dapat melakukan perawatan atau penambalan sebelum mengikuti seleksi.

Namun, kondisi tersebut tetap menjadi salah satu pertimbangan penting, khususnya bagi peserta yang berpeluang melaju hingga tingkat nasional.

"Sebenarnya bisa sih ditambal, cuman kalau untuk yang ke nasional tuh mereka pasti menimbang-nimbang lagi," tuturnya.

Lailan menjelaskan, batas toleransi kerusakan gigi pada seleksi tingkat provinsi lebih ketat dibanding tingkat kabupaten.

Baca juga: Minat Pelajar Putri Ikut Paskibraka di Tana Tidung Terus Menurun, Kesbangpol Siapkan Sosialisasi

Jika pada seleksi kabupaten peserta masih diperbolehkan memiliki maksimal lima gigi yang rusak, maka pada seleksi provinsi jumlahnya dibatasi maksimal tiga gigi.

"Kalau gigi itu maksimal tiga yang rusak kalau provinsi, kalau kabupaten itu lima," jelasnya.

Karena itu, pihaknya sejak awal telah mengingatkan seluruh peserta untuk memperhatikan kondisi kesehatan gigi sebelum mengikuti tahapan seleksi.

"Kemarin waktu sosialisasi kita sudah wanti-wanti soal gigi yang sudah ada lubangnya harus dirawat atau ditambal," lanjutnya.

Menurut Lailan, perhatian terhadap kesehatan gigi bukan tanpa alasan. Selama menjalani pelatihan dan karantina, peserta akan menjalani berbagai aktivitas fisik di bawah terik matahari yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Ia menilai sakit gigi dapat mengganggu konsentrasi maupun kemampuan peserta dalam mengikuti rangkaian pelatihan yang cukup berat.

"Kalau dari kami sih kemarin pertimbangannya, selama pelatihan itu kan kena panas, itu kan berpengaruh ke fisik termasuk gigi. Makanya mereka wanti-wanti ke gigi karena nanti kalau mereka sakit gigi kita mau ngapain, nggak bisa kan, sakit dengar suara aja kan sudah sakit," terangnya.

Selain kondisi gigi, panitia seleksi juga melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh terhadap peserta yang memiliki nilai terbaik.

Pemeriksaan tersebut mencakup postur tubuh hingga kondisi tangan dan kaki peserta.

"Mereka kan juga banyak pilihan yang ranking-ranking teratas. Dari ranking itu mereka pasti periksa fisik lagi, memang mereka ranking teratas tapi kan mesti dilihat lagi postur tubuh, tangan atau kakinya, biasanya kan ada yang bengkok atau apa itu pasti diperiksa," ujarnya.

Lailan menambahkan, kondisi kesehatan lainnya juga menjadi perhatian dalam seleksi Paskibraka karena peserta dituntut memiliki ketahanan fisik yang baik selama menjalani latihan.

"Ambien juga kan tidak bisa terlalu capek, baru kan mereka fisik duduk, lari dan sebagainya kan bahkan berguling," pungkasnya.

Saat ini, lima peserta asal Kabupaten Tana Tidung masih bertahan dalam seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Utara dan menunggu hasil penilaian akhir dari panitia provinsi.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.