Pemandangan Sore di SPBU Klaten, Antrean Pengisi Pertalite Mengular
Ryantono Puji Santoso June 10, 2026 07:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Antrean kendaraan motor terlihat pada Rabu sore di SPBU wilayah Kota Klaten, Rabu (10/6/2026).

Di SPBU dekat Kantor Pemda Klaten, terlihat antrean motor mengular panjang.

Antrean tersebut terjadi karena mereka hendak mengisi BBM Pertalite.

Selain antrean motor, antrean mobil juga terlihat, namun tidak mengular.

Pada pengisian BBM Pertamax, antrean tidak terlihat panjang.

Hanya ada tiga hingga lima motor yang mengantre Pertamax.

Sementara itu, pemandangan serupa juga terlihat di SPBU yang berada di Jalan Mayor Kusmanto.

Antrean motor terlihat panjang untuk mengisi BBM Pertalite.

Sedangkan antrean Pertamax terlihat nyaris kosong. Hanya satu atau dua motor yang mengisi.

MENGULAR. Antrean di jalur Pertalite mengular di salah satu SPBU kota Solo di momen harga BBM Pertamax naik, Rabu (10/6/2026). Warga berharap pemerintah segera mengintervensi agar harga turun.
MENGULAR. Antrean di jalur Pertalite mengular di salah satu SPBU kota Solo di momen harga BBM Pertamax naik, Rabu (10/6/2026). Warga berharap pemerintah segera mengintervensi agar harga turun. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Konsumen sendiri terlihat tetap setia mengantre meski antrean mengular panjang.

Salah satunya Budi (46) yang baru pulang kerja. Ia mengaku tetap memilih mengantre.

"Ya antre saja Pertalite, mumpung masih ada," ujarnya.

Ia menjelaskan, biasanya SPBU tersebut sudah kehabisan kuota Pertalite pada malam hari.

"Biasanya malam sudah habis, jadi mengantre tidak masalah," jelasnya.

Ia mengakui kenaikan harga Pertamax juga berdampak pada pengeluaran biaya bahan bakar.

"Ya kerasa lah, makanya mikir dua kali," ucapnya.

"Apalagi ini uang upah hasil kerja, juga enggak ada kabar naik," celotehnya.

Penjualan Pertalite Ditutup Sejak Sore

Hal senada terkait kenaikan biaya bensin juga diungkapkan pengemudi ojek online.

Wanto, misalnya, mengatakan bahwa ia terbiasa membeli Pertamax jika antrean motor pada pengisian Pertalite panjang.

"Sekarang enggak berani, karena lumayan juga naiknya," ujarnya.

Baca juga: Enggan Beralih ke Pertalite, Pengguna Pertamax di Solo Berharap Harga Segera Turun

Pantauan di SPBU wilayah Jonggrangan, penjualan BBM jenis Pertalite sudah ditutup sejak sore hari.

Diketahui, kuota BBM Pertalite sudah lama dibatasi oleh pemerintah.

Kenaikan harga Pertamax mulai diterapkan per 10 Juni 2026.

Dari yang sebelumnya Rp12.300 per liter, kini menjadi Rp16.250 per liter. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.