Italia Resmi Tolak Jalur Penyelamatan ke Piala Dunia 2026 – Meski Iran Mundur
Budi Santoso June 10, 2026 08:21 PM

Italia dipastikan tidak akan tampil di Piala Dunia musim panas ini, terlepas dari apa pun yang terjadi dengan posisi Iran di Grup G.


Piala Dunia 2026 tinggal kurang dari dua bulan lagi, namun keikutsertaan Iran masih menjadi bahan spekulasi hangat meskipun mereka lolos melalui jalur kualifikasi di lapangan.


Pihak penyelenggara kualifikasi AFC sejauh ini belum memberikan tanda-tanda adanya rencana penarikan diri, tetapi intervensi berulang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan para pendukungnya membuat isu ini terus berada di puncak pemberitaan.


Langkah militer Trump di Timur Tengah, yang ironisnya pernah menerima penghargaan Perdamaian FIFA, menjadi sumber rasa malu bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino. Di dalam negeri, sikap permusuhan terbuka terhadap sejumlah komunitas juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai kelayakan Amerika Serikat sebagai tuan rumah turnamen tersebut.


Jelas bahwa Iran dan para pendukungnya memiliki alasan kuat untuk merasa tidak nyaman melakukan perjalanan ke Amerika Serikat musim panas ini. Trump tidak jarang mengeluarkan ancaman terselubung, dan jika Iran memutuskan untuk mundur, Infantino serta badan sepak bola dunia akan menghadapi masalah baru.


Italia sendiri gagal lolos ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, setelah kalah melalui adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina pada laga final jalur play-off UEFA bulan Maret lalu.


Fakta bahwa mereka nyaris lolos dan besarnya kerugian akibat absennya tim Azzurri di Piala Dunia telah memunculkan keyakinan luas bahwa Italia mungkin akan dimasukkan untuk menggantikan Iran, bahkan ada pihak yang secara terang-terangan mengajukan permintaan tersebut.


Keputusan tentang bagaimana menggantikan tim yang mundur atau dikeluarkan dari Piala Dunia sepenuhnya berada di tangan FIFA. Namun, ada argumen kuat bahwa UEFA telah mengisi seluruh jatahnya dan bahwa tim dari konfederasi Asia atau runner-up antarkonfederasi akan menjadi pilihan yang lebih tepat.


Bagaimanapun juga, Italia sebagai negara tidak ingin merusak integritas kompetisi. Mereka justru membantu Infantino dengan menegaskan diri untuk tidak mengambil posisi Iran setelah gagal lolos melalui jalur kualifikasi resmi.


“Kemungkinan Italia untuk kembali lolos ke Piala Dunia 2026, seperti yang kabarnya diusulkan oleh utusan Presiden AS Donald Trump, Paolo Zampolli, kepada FIFA, pertama-tama tidak mungkin terjadi, dan kedua, tidak pantas. Saya bahkan tidak tahu mana yang lebih dulu,” ujar Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, kepada Sky News.


“Kualifikasi itu harus dicapai di lapangan.”


Menurut pandangan majalah FourFourTwo, otoritas sepak bola Italia telah membantu FIFA dengan menutup segala spekulasi bahwa Italia akan atau seharusnya menggantikan posisi Iran di Piala Dunia 2026.


Skenario terbaik yang diharapkan adalah Iran tetap tampil di lapangan menghadapi Selandia Baru di Stadion SoFi pada bulan Juni nanti. Namun, kemungkinan mereka tidak tampil seharusnya sudah menjadi perhatian utama Infantino dan FIFA sejak beberapa minggu lalu.


Dengan munculnya tokoh seperti Zampolli yang tampak tidak menghormati Piala Dunia maupun olahraga secara keseluruhan, serta setelah undangan Inter Miami ke Piala Dunia Antarklub musim panas lalu, keputusan FIFA untuk tidak meredam spekulasi tentang Italia justru memperburuk reputasi badan sepak bola tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.