‘Tidak Perlu Diperdebatkan!’ - Jude Bellingham Adalah Pemain Terbaik Inggris dan Harus Jadi Starter di Piala Dunia 2026, Tegas Micah Richards
Dewi Rahayu June 10, 2026 08:10 PM

JANGAN LEWATKAN SEDETIKPUN DARI PIALA DUNIA


‘Tidak perlu diperdebatkan!’ - Jude Bellingham adalah ‘pemain terbaik’ Inggris dan ‘harus menjadi starter’ di Piala Dunia 2026, tegas Micah Richards.


Micah Richards menanggapi keras anggapan bahwa posisi Jude Bellingham di skuad utama tim nasional Inggris sedang terancam, dengan menyebut gelandang Real Madrid itu sebagai "bintang sejati." Meski Thomas Tuchel telah memperingatkan bahwa tidak ada pemain yang mendapat jaminan tempat, mantan bek The Three Lions itu menegaskan bahwa pemain berusia 22 tahun tersebut tetap menjadi sosok terbaik Inggris menjelang Piala Dunia 2026.


Richards menuntut perlakuan ‘superstar’ untuk Bellingham


Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, perdebatan mengenai formasi terbaik lini depan Inggris semakin memanas. Dalam tayangan Netflix The Rest Is Football, mantan bek Manchester City itu menegaskan posisi Bellingham di hierarki tim, terlepas dari berbagai dilema taktis yang mungkin dihadapi staf pelatih.


“Dalam momen-momen besar, Jude Bellingham – pemain Real Madrid, pemenang Liga Champions – saat Inggris kesulitan di turnamen lain, dia selalu menjadi penyelamat,” kata Richards. “Dia memiliki kepribadian untuk tampil di saat genting... Kita memiliki bintang sejati... ini bahkan tidak seharusnya menjadi perdebatan. Dia pemain terbaik. Dia harus menjadi starter.” Pendapat tersebut disetujui oleh Gary Lineker, yang menambahkan bahwa untuk memenangkan trofi besar, sebuah tim membutuhkan pemain yang mampu memberikan “perbedaan besar.”


Tantangan dari Rogers


Meski para pengamat memuji Bellingham, kenyataan di lapangan latihan menunjukkan situasi yang lebih kompleks. Sejak Tuchel mengambil alih pada Januari 2025, bintang Aston Villa Morgan Rogers muncul sebagai pesaing serius untuk posisi nomor 10. Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Primer Inggris, Alan Shearer, mengakui perubahan momentum ini dan menilai bahwa Rogers memainkan peran “sangat besar” dalam kesuksesan terbaru Inggris, serta menyebut keputusan Tuchel untuk mengandalkan pemain Villa yang sedang on-fire sebagai langkah yang tepat. Rogers tampil hampir di setiap pertandingan di bawah pelatih asal Jerman tersebut, dan persaingan internal ini menimbulkan dilema menarik bagi Tuchel: memilih antara ikon global yang sudah mapan atau bintang muda yang tengah bersinar di Liga Primer.


Rogers membela ‘anak emas’ Inggris


Meskipun dirinya disebut-sebut sebagai pengganti potensial Bellingham, Rogers justru menunjukkan rasa hormat besar terhadap rekan setimnya di tim nasional itu. Penyerang Villa tersebut menanggapi kritik terhadap sikap Bellingham di lapangan dengan mengatakan: “Dia salah satu pemain terbaik di dunia… Kadang orang salah paham dengan cara dia mengekspresikan dirinya.”


“Dia punya dorongan untuk menang yang paling besar yang pernah saya temui. Dia tidak akan berada di posisinya sekarang – bermain untuk Real Madrid, tampil di pertandingan terbesar sepak bola – tanpa karakter dan kepribadian itu. Ini agak aneh, karena dia adalah anak emas kita, dia yang seharusnya kita banggakan, dan tunjukkan ke dunia bahwa ini adalah pemain kita.”


Sakit kepala Tuchel dalam menentukan starter


Pelatih kepala Inggris itu telah membuktikan bahwa ia tidak segan mengguncang suasana, terkenal dengan tuntutannya terhadap disiplin tinggi dan kepatuhan taktik. Meskipun ia memuji “ketegasan dan ketajaman” permainan Bellingham, mantan pelatih Chelsea itu juga menegaskan bahwa tidak ada pemain yang lebih besar dari sistem kolektif tim.


Dengan mengedepankan mentalitas tim di atas segalanya, Tuchel menegaskan bahwa bahkan bintang Real Madrid itu tetap harus berjuang untuk mempertahankan posisinya: “Dia salah satu starter, dia tahu dirinya salah satu starter, tetapi kami memiliki 14 atau 15 pemain yang berpotensi menjadi starter. Peran ini bisa berubah kapan saja, tetapi saat ini saya pikir ada 14 atau 15 starter sejati dan Jude adalah salah satunya.”


Dengan Inggris akan menghadapi Kosta Rika dalam laga persiapan terakhir, persaingan untuk memperebutkan posisi inti tetap terbuka lebar. Namun, Rogers yakin keduanya bisa bermain bersama, dengan mengatakan: “Saya pikir kami pasti bisa bermain bersama. Saya ingin bermain bersama. Saya ingin bermain dengan pemain terbaik Inggris. Dia berada di posisi terdepan dalam daftar itu dan sejak kecil saya selalu ingin bermain bersamanya, dan itu tidak berubah sekarang.” Apakah Tuchel akan menemukan cara untuk menempatkan keduanya dalam rencana Piala Dunia-nya menjadi pertanyaan terbesar musim panas ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.