Bupati Kepahiang Ungkap Kendala Pembangunan Sekolah Rakyat, Terkait Aset Waterpark
Rita Lismini June 10, 2026 08:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Bupati Kepahiang Zurdi Nata menerangkan perkembangan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bengkulu Kepahiang pada Senin (8/6/2026). 

Diketahui, sekolah rakyat adalah program pendidikan berasrama gratis (SD-SMA) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat untuk memutus mata rantai kemiskinan bagi keluarga prasejahtera pada desil 1 dan 2. 

Program ini menyediakan pendidikan formal, asrama, makan, dan kesehatan, dengan penekanan pada pendidikan karakter. 

Adapun anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Kepahiang mencapai sekitar Rp 210 miliar. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang telah menyiapkan lahan seluas 9 hektare di kawasan perkebunan teh Kabawetan dan tinggal menunggu sertifikat. 

Nata menejelaskan bahwa pihaknya telah menemui Kementerian Sosial guna berkoordinasi terkait dengan progres program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kepahiang.  

Namun terkendala, lantaran lahan tersebut masih berdiri bangunan Waterpark yang seharusnya diratakan. 

"Secara administrasi clear tidak ada masalah, lahan untuk Sekolah Rakyat sudah kita siapkan 9 Ha. Hanya saja kendalanya fisik bangunan waterpark itu, oleh pemerintah pusat harus dilakukan pemusnahan aset waterpark itu dulu," jelas Nata. 

Sementara untuk melakukan pemusnahan aset bangunan, membutuhkan waktu yang panjang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

"Pemusnahan aset itu tidak gampang, kita serahkan juga ke pusat mereka tidak mau," jelas Bupati. 

Kendati demikian Pemkab Kepahiang berkeinginan pembangunan Sekolah Rakyat tetap berlanjut dan direalisasikan.  

Sehingga ia menyiapkan opsi pengusulan sebagian lahan eks PT. TUMS untuk dibangun Sekolah Rakyat. 

"Ada tiga opsi yang ditawarkan, pemusnahan aset waterpark, penambahan lahan atau mengganti lahan lain, cuma untuk menambah lahan lewat inclap prosesnya agak lama. Kemudian, yang paling memungkinkan adalah pindah lahan, nanti setelah dapat legal formal eks lahan PT. TUMS, Sekolah Rakyat akan dibangun di kawasan itu," pungkas Nata.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.