TRIBUNPEKANBARU.COM - Upaya meningkatkan mutu pendidikan memerlukan perencanaan yang tepat sasaran dan berbasis pada kebutuhan nyata di lapangan.
Untuk mendukung hal tersebut, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau bersama Tanoto Foundation mendampingi Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam penyusunan dokumen perencanaan pendidikan melalui kegiatan Pendampingan Dokumen Perencanaan (Rancangan Akhir/Ranhir) dan Workshop Perencanaan Berbasis Data Literasi dan Numerasi yang berlangsung pada 9–10 Juni 2026 di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis, BPMP Provinsi Riau, serta Tanoto Foundation.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah didorong untuk memanfaatkan data pendidikan sebagai dasar dalam merumuskan program, kegiatan, dan penganggaran yang lebih efektif.
Pendekatan ini dinilai penting untuk mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan sekaligus meningkatkan capaian literasi dan numerasi peserta didik.
Dalam sesi pendampingan, BPMP Provinsi Riau memaparkan rekomendasi prioritas subkegiatan pemenuhan SPM Pendidikan berdasarkan hasil Rapor Pendidikan Kabupaten Bengkalis. Rekomendasi tersebut menjadi acuan dalam menentukan program prioritas yang dapat menjawab berbagai tantangan pendidikan secara lebih terukur.
Sementara itu, Tanoto Foundation memberikan penguatan terkait penyusunan program peningkatan literasi dan numerasi yang berbasis data serta berorientasi pada hasil belajar peserta didik. Melalui pendekatan tersebut, setiap program yang dirancang diharapkan memiliki indikator yang jelas, terukur, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi siswa.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Muthu Saily, menyampaikan bahwa pemenuhan layanan dasar pendidikan tetap menjadi prioritas meskipun emerintah daerah menghadapi tantangan efisiensi anggaran.
“Program-program Dinas Pendidikan akan tetap mengacu pada target capaian SPM Pendidikan. Kami meyakini bahwa pemenuhan layanan dasar pendidikan harus tetap menjadi prioritas agar kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik dapat terus terjaga. Selain itu, perencanaan program literasi dan numerasi yang lebih konkret dan berbasis data akan membantu kami mencapai hasil yang lebih optimal,” ujarnya.
Komitmen bersama yang dibangun melalui kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola pendidikan daerah. Ke depan, para pemangku kepentingan akan terus mengawal implementasi program pemenuhan SPM Pendidikan serta menyusun strategi peningkatan literasi dan numerasi yang lebih detail, erukur, dan berbasis bukti.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, BPMP Provinsi Riau, dan Tanoto Foundation diharapkan dapat memperkuat budaya pengambilan keputusan berbasis data sehingga berbagai kebijakan dan program pendidikan yang dilaksanakan mampu memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkalis. (rls)