Profil Rakhmatiyah Deu, Srikandi NasDem Pimpin Komisi I DPRD Bone Bolango Gorontalo
Fadri Kidjab June 10, 2026 10:44 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sosok Rakhmatiyah Deu SH atau yang akrab disapa Kaka Tya kini menjadi salah satu figur perempuan yang diperhitungkan dalam dunia politik Gorontalo.

Perempuan kelahiran 5 Juli 1981 itu saat ini dipercaya memimpin Komisi I DPRD Kabupaten Bone Bolango periode 2024-2029.

Hal itu setelah dirinya berhasil meraih kursi legislatif dari Partai NasDem dengan perolehan 1.966 suara, tertinggi di Daerah Pemilihan III.

Namun posisi yang diraihnya saat ini bukanlah hasil yang datang secara instan. 

Ada perjalanan panjang yang telah dilalui, mulai dari didikan keluarga, pengalaman merantau, karier profesional hingga perjuangan 
menembus stigma perempuan dalam politik.

Dalam Tribun Podcast bersama Jurnalis Tribun Gorontalo, Jefri Potabuga, Selasa (9/6/2026) malam, Rakhmatiyah Deu menceritakan perjalanan hidupnya hingga dipercaya masyarakat menjadi wakil rakyat.

Rakhmatiyah Deu lahir di Sulawesi Tenggara ketika ayahnya bertugas di perusahaan tambang.

Meski demikian, hampir seluruh masa kecilnya dihabiskan di Gorontalo setelah keluarganya kembali ke daerah tersebut saat dirinya masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

"TK, SD sampai SMP saya di Gorontalo. Kemudian SMA, kuliah sampai menikah saya di Surabaya," ujarnya.

Ia tumbuh dalam keluarga yang sangat menekankan pentingnya pendidikan.

Menurutnya, kedua orang tuanya mengajarkan kemandirian sejak usia dini. 

Setelah menyelesaikan pendidikan SMP, ia bersama saudara-saudaranya dikirim melanjutkan pendidikan di luar daerah.

Rakhmatiyah merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ia memiliki dua kakak perempuan dan satu adik laki-laki.

Di balik kesibukannya saat ini sebagai politisi, ada satu pesan orang tua yang masih terus dipegang hingga sekarang.

"Jadi diri sendiri dan berusaha melakukan yang terbaik kepada orang lain. Karena hidup ini tabur tuai. Apa yang kita tabur, itu yang akan kita tuai," kata Srikandi Bone Bolango itu.

Ayah Kenalkan Dunia Politik

PODCAST -- Momen Rahmatiyah Deu hadir di sesi Tribun Podcast Selasa 09 Juni 2026.
TRIBUN PODCAST -- Momen Rahmatiyah Deu hadir di program siniar 'Tribun Podcast' pada Selasa, 9 Juni 2026. (TribunGorontalo.com)

Ketertarikan Rakhmatiyah terhadap politik tidak lahir begitu saja.

Ia mengaku sosok ayah menjadi orang pertama yang mengenalkannya pada dunia politik.

Ayahnya pernah aktif sebagai pengurus partai politik di Gorontalo dan banyak memberikan pemahaman tentang organisasi serta kepemimpinan.

Awalnya, cita-cita Rakhmatiyah tidak selalu berkaitan dengan politik.

Saat masih kecil ia pernah bercita-cita menjadi dokter. Seiring berjalannya waktu, cita-cita tersebut terus berubah.

Namun ketika menempuh pendidikan tinggi, ia mulai mengenal dunia politik lebih dekat melalui sang ayah.

Sejak saat itu, keinginan untuk menjadi politisi mulai tumbuh.

Meski sempat tertunda karena menikah dan berkarier di dunia perbankan, impian tersebut tidak pernah benar-benar hilang.

Perjalanan politik Rakhmatiyah dimulai pada tahun 2003 setelah menyelesaikan pendidikan di Surabaya.

Saat itu ia diminta ayahnya kembali ke Gorontalo dan diperkenalkan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menariknya, langkah politik pertamanya langsung diarahkan ke tingkat nasional.

Ia maju sebagai calon anggota DPR RI dari PKB dan ikut membantu membesarkan partai tersebut di Gorontalo.

"Waktu itu saya diajak masuk politik setelah lulus kuliah dan mulai belajar banyak tentang dunia politik," ujarnya.

Dalam perjalanan berikutnya, ia juga aktif di Partai Amanat Nasional (PAN) sebelum akhirnya bergabung dengan Partai NasDem.

Berbekal pengalaman panjang di sejumlah partai politik, kemampuan organisasi dan kepemimpinannya semakin terasah hingga mengantarkannya menjadi salah satu politisi perempuan berpengaruh di Bone Bolango.

Sebagai perempuan yang terjun ke dunia politik, Rakhmatiyah mengaku tidak sedikit tantangan yang harus dihadapi.

Salah satu yang paling terasa adalah stigma yang masih berkembang di sebagian masyarakat bahwa perempuan tidak mampu menjadi pemimpin.

Menurutnya, perempuan sering kali dituntut untuk membuktikan kemampuan lebih besar dibanding laki-laki.

Selain harus menjalankan peran sebagai ibu dan istri, perempuan juga dituntut mampu menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang baik.

"Perempuan harus menunjukkan effort lebih. Kita harus bisa menjalankan peran di rumah tangga sekaligus menunjukkan kemampuan yang sama bahkan lebih dalam dunia politik," katanya.

Namun justru tantangan tersebut membuatnya semakin termotivasi untuk membuktikan bahwa perempuan juga mampu memimpin dan memberikan kontribusi besar bagi masyarakat.

Baca juga: BPS Kabupaten Gorontalo Terjunkan 439 Petugas Sensus Ekonomi 2026

Politik sebagai Jalan Pengabdian

Bagi Rakhmatiyah, politik bukan sekadar soal jabatan.

Kaka Tya menilai politik merupakan jalan pengabdian yang memungkinkan seseorang membantu masyarakat dalam skala yang lebih luas.

"Ternyata politik itu mulia. Lewat jalur politik kita bisa membantu orang lebih banyak dan memberikan manfaat yang lebih besar," bebernya.

Pandangan itulah yang membuatnya tetap bertahan di dunia politik hingga saat ini.

Dirinya percaya perempuan memiliki kelebihan berupa empati dan kepekaan sosial yang dapat menjadi modal penting dalam menjalankan kepemimpinan.

Menurutnya, sifat keibuan yang dimiliki perempuan membuat mereka lebih mudah memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.

Oleh Karena itu, ia berharap semakin banyak perempuan berani tampil dan mengambil peran dalam kepemimpinan.

Selain dipercaya sebagai Ketua Komisi I DPRD Bone Bolango, Rakhmatiyah juga aktif memimpin berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Ia menjabat Ketua Fraksi NasDem DPRD Bone Bolango, Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat (FKKS) Bone Bolango, Ketua Wanita Islam Alkhairaat Bone Bolango, Ketua DPW Gemuruh Partai NasDem Provinsi Gorontalo, serta Ketua DPW Srikandi Pemuda Pancasila Provinsi Gorontalo.

Ia juga aktif dalam organisasi olahraga dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Berbagai amanah tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan yang diberikan kepadanya, baik di dunia politik maupun organisasi.

Di balik seluruh perjalanan hidup yang dijalaninya, Rakhmatiyah mengaku ada satu pelajaran yang paling berharga.

Menurutnya, setiap proses kehidupan selalu menghadirkan campur tangan Tuhan.

"Apapun yang kita hadapi, selama kita yakin Allah itu ada, insya Allah pasti selalu ada jalan," katanya dengan senyum tipis.

Keyakinan itu yang terus menjadi pegangan hingga sekarang.

Dari seorang anak yang tumbuh dengan didikan kemandirian, merantau untuk menempuh pendidikan, berkarier di dunia perbankan, hingga akhirnya dipercaya memimpin Komisi I DPRD Bone Bolango.

Perjalanan Rakhmatiyah Deu menjadi bukti bahwa mimpi yang terus diperjuangkan pada waktunya akan menemukan jalannya sendiri. (*/Jefri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.