BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Sikap tegas pemerintah desa pasca tenggelanya bocah di kolam retensi Desa Baroqah Tanahbumbu Kalsel
Pemerintah Desa Baroqah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu mengambil langkah tegas guna mengantisipasi kembali jatuhnya korban jiwa di lingkungan warga.
Sebuah plang peringatan berlatar merah mencolok resmi dipasang di kawasan kolam retensi desa setempat untuk melarang keras adanya aktivitas warga di area tersebut, Selasa (9/6/2026).
Papan pengumuman tersebut memuat tulisan peringatan yang sangat tegas demi keselamatan bersama. Warga dilarang keras memasuki kawasan, berenang, memancing, mandi, ataupun melakukan aktivitas lainnya karena kolam retensi ini memiliki kedalaman yang sangat tinggi, dan para pelanggar akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku.
Baca juga: Babak Baru Penyelidikan Film WLCFBB, Awalnya Untuk Promosikan Wisata dan Budaya Tanahlaut Kalsel
Baca juga: Harga Bawang di Amuntai HSU Melambung, Pedagang Tak Stok Banyak, Dipengaruhi Biaya Angkut
Kepala Desa Baroqah, Markuat, menyampaikan bahwa aksi pemasangan plang larangan ini sebenarnya bukan pertama kali dilakukan oleh pihak pemerintah desa.
Ia membeberkan bahwa jajarannya dulu pernah memasang plang serupa di lokasi yang sama, namun papan peringatan tersebut hilang.
Langkah pemasangan kembali ini terpaksa diambil sebagai respons cepat pihak desa untuk mengantisipasi agar tidak ada lagi kejadian memilukan yang terulang.
Baca juga: Bekas Galian Tambang Jadi Pemicu Titik Panas, BPBD Tapin Minta Perusahaan Waspada
Kekhawatiran pihak desa semakin memuncak karena sebelum plang ini dipasang, mereka masih melihat anak-anak nekat bermain dan beraktivitas di sekitaran area kolam retensi yang rawan itu.
“Ini adalah bentuk usaha kami untuk menjaga agar tidak ada lagi munculnya korban,” kata Markuat.
Tidak berhenti pada pemasangan plang peringatan saja, Pemerintah Desa Baroqah juga sudah menyiapkan rencana lanjutan yang lebih aman untuk menutup total akses ke kolam tersebut.
Berdasarkan hasil diskusi internal dengan warga, pihak pengelola dalam waktu dekat akan melakukan penutupan kawasan kolam menggunakan pagar seng.
Menurut Markuat, opsi memagari kolam dengan seng dipilih sebagai solusi paling realistis saat ini, sebab, jika kolam retensi tersebut harus ditimbun menggunakan tanah atau koral, maka akan memerlukan volume material yang sangat banyak dan memakan biaya yang tidak sedikit.
Sebelum pada Minggu diketahui ada seorang bocah berusia sekitar 10 tenggelam di kolam ini, sekitar pukul 09.00 Wita dan baru ditemukan oleh tim Sar sekitar pukul 18.15 Wita.
Renang di Kolam Bisa Berisiko bagi Anak, Simak 6 Tips Ini
Berenang sering menjadi aktivitas pilihan saat anak berlibur. Tapi, orangtua sebaiknya tak lengah saat mengajak anak bermain di kolam renang.
Apalagi, jika anak belum mampu berenang.
Berikut beberapa tips aman mengajak anak ke kolam renang yang perlu orangtua perhatikan, seperti dikutip dari Tribun Lifestyle.
1. Memahami keamanan sekitar kolam
Pahami keamanan di sekitar kolam. Misalnya, apakah kedalaman kolam aman bagi anak atau adakah penjaga kolam di sekitarnya yang siaga menolong anak jika ada kesulitan.
Sebab, tidak semua kolam renang menyediakan penjaga dan jaket pelampung untuk memfasilitasi anak yang tidak bisa berenang.
"Pastikan orangtua mengerti keamanan kolam berenang. Bagaimana pun kita mesti sadari tidak semua kolam berenang aman," kata Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Emergensi Rawat dan Inap Anak (ERIA) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR dr Ririe Fachrina Malisie SpA(K) di Jakarta, seperti dikutip dari Tribun Lifestyle, Minggu (7/1/2024).
2. Jangan biarkan anak masuk kolam dewasa
Jika anak belum bisa berenang, jangan biarkan mereka masuk ke kolam renang dewasa yang memiliki kedalaman lebih.
Biasanya, setiap kolam renang memiliki jenis kolam berbeda, seperti kolam dewasa dan anak.
"Pastikan, apa bila anak kita belum mampu berenang, jangan masuk dewasa yang kedalamannya bisa lebih dari satu meter ke atas," ucapnya.
3. Dampingi anak
Orangtua sebaiknya mendampingi anak saat berenang, terutama jika anak belum mahir berenang.
Sebab, kata Ririe, kemataian anak paling banyak terjadi pada usia balita.
Pastikan anak tetap beraktivitas secara aman di kolam renang dan pegang tangan anak saat berenang sehingga keamanannya dapat dipastikan, terutama untuk anak di bawah 5 tahun.
4. Memakai pelampung
Bagi anak yang belum mahir berenang, pastikan selalu memakai pelampung.
Selain itu, orangtua perlu menyampaikan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika anak berada di kolam renang demi keselamatannya.
5. Jangan beri anak mainan
Mainan dapat mendistraksi anak selama beraktivitas di kolam renang, sehingga keamanannya bisa terabaikan.
"Karena anak bisa terdistraksi dengan mainan ini. Misalnya mainannya jatuh, dia akan berusaha kejar," ungkap Ririe.
6. Antisipasi kondisi kesehatan anak
Orangtua harus memahami kondisi kesehatan anak sejak awal, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan antisipasi.
Selain itu, pastikan anak dalam kondisi bugar.
"Pastikan anak sehat pada saat berenang," tegasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin/kompas.com)