TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan warga yang tinggal di Jalan Sisingamangaraja, Gang Kasih, Kelurahan Sidorejo II, Kecamatan Medan Kota, berduyun-duyun mendatangi sebuah mobil tangki bermuatan air milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtandi, Rabu (10/6) sore hingga jelang malam. Membawa ember cat bekas, dan berbagai macam penampung air, mereka mengantre air bersih.
Tak peduli laki-laki, maupun perempuan, usia muda ataupun tua, mereka tampak berebut mengisi air dari selang yang dialirkan dari tangki, ke masing-masing ember warga. Salah satunya Desi Panjaitan (60) yang ikut mengantare, dan mengangkat air bersih ke rumahnya.
Bahkan, nenek berusia 60 tahun ini sempat terjatuh hingga lututnya lecet. Desi mengatakan, ia rela antre karena di rumahnya sudah kehabisan air bersih, sejak kemarin, akibat kerusakan pipa di sejumlah titik, serta satu kebocoran pipa utama yang harus diganti.
Akibat air mati sejak kemarin malam, ia dan anggota keluarganya kesusahan untuk buang air besar, air kecil, dan untuk memasak. "Kesulitannya, kami nggak bisa mencuci, mandi, buang air besar, semuanya," kata Desi Panjaitan, Rabu (10/6).
Desi mengatakan, bantuan dari PDAM Tirtanadi baru datang sore tadi, sekira pukul 17.00 WIB. Itupun, yang datang hanya satu truk tangki, dan warga harus berebut.
Sebelum bantuan datang, ia dan beberapa warga lainnya terpaksa membeli air isi ulang yang harganya Rp 5 ribu untuk satu galon. Desi dan warga lainnya berharap Tirtanadi lebih sigap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sebab, masyarakat sudah menjalankan kewajibannya sebagai konsumen seperti tepat waktu membayar tagihan dan sebagainya. "Sementara kami bayar air tepat pada waktunya. Apabila kami tidak bayar air, langsung diputus, atau dikasih peringatan,” katanya.
Seorang warga, Sutrisno Pangaribuan yang merupakan anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja PDAM Tirtanadi. Wakil Ketua PDIP Sumut ini sedang mengantre air bersih bersama beberapa warga lainnya.
Ia meminta agar Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtandi Sumut, Ardian Surbakti mundur dari jabatannya. Kemudian, Gubernur Sumut Bobby Nasution juga diminta mengevaluasi kinerja jajaran PDAM Tirtanadi karena dianggap gagal. Jika tidak, lanjutnya, jangan sampai masyarakat merasa salah memilih pemimpin.
"Kalau kondisi seperti ini, seharusnya Dirutnya harus mundur ini. Jangan melempar kesalahan ke pihak lain, yang katanya karena listrik padam sehingga pompa rusak," kata Sutrisno Pangaribuan, Rabu (10/6).
"PDAM Tirta Nadi berada di bawah tanggung jawab pemerintah provinsi. Jangan sampai masyarakat merasa salah dalam memilih Gubernur,"sambungnya.
Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtandi, Ardian Surbakti, menyampaikan bahwa ada enam kecamatan di Kota Medan yang mengalami gangguan mati air. Gangguan tersebut disebabkan oleh adanya kerusakan pipa di sejumlah titik serta satu kebocoran pipa utama yang harus diganti.
Pihak Tirtandi menargetkan seluruh proses perbaikan pipa ini akan diselesaikan sepenuhnya pada hari Rabu. Dengan demikian, pasokan air bersih bagi para pelanggan dipastikan akan kembali berjalan normal mulai hari ini. "Penyebab air mati ada di IPAM Deli Tua," jelas Ardian Surbakti saat memberikan keterangan pada Rabu (10/6).
"Ini salah satu kerusakan pada mesin kita. Karena mungkin beberapa minggu terakhir sering sekali terjadi pemadaman listrik berulang kali. Sehingga banyak komponen mesin kita yang terganggu dan rusak," lanjut Ardian.
Baca juga: Air Mati Total, Warga Medan Kecewa dan Desak Dirut Tirtanadi Mundur
Salurkan Bantuan Tangki Air
SEBAGAI langkah mitigasi dan bentuk tanggung jawab, Perumda Tirtanadi telah menurunkan bantuan armada tangki air secara gratis. Bantuan pasokan air bersih tersebut didistribusikan secara merata ke enam wilayah kecamatan di Medan yang terdampak langsung.
"Ada enam kecamatan yang terdampak," kata Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtandi, Ardian Surbakti
"Hari ini sudah mendistribusikan mesin tangki kita. Distribusikan ke masing-masing kecamatan," lanjutnya.
Ardian menambahkan, di kecamatan tersebut, pihaknya menyediakan tiga mobil tangki. “Sekaligus mobil itu ada yang standby di kantor camat dan keliling daerah terdampak," katanya. (cr25/Tribun-Medan.com)