TRIBUNTRENDS.COM - Legenda sepak bola Bali, I Wayan Sukadana, mengajak para pesepak bola muda memanfaatkan Piala Dunia 2026 sebagai sarana belajar untuk meningkatkan kualitas permainan.
Menurutnya, turnamen sepak bola terbesar di dunia itu tidak seharusnya hanya dijadikan tontonan hiburan semata.
Ia menilai Piala Dunia merupakan ruang pembelajaran yang sangat berharga bagi pemain muda yang ingin mengembangkan kemampuan dan wawasan sepak bola.
Pesan tersebut secara khusus ditujukan kepada talenta-talenta lokal Bali yang tengah merintis karier di dunia sepak bola.
Sukadana menyebut ajang tersebut sebagai panggung tertinggi dalam dunia sepak bola yang menghadirkan pemain-pemain terbaik dari berbagai negara.
Karena itu, setiap pertandingan dapat menjadi sumber pelajaran penting bagi generasi muda.
Mantan arsitek Perseden Denpasar itu mengingatkan agar para pemain tidak hanya fokus pada hasil akhir pertandingan atau siapa yang keluar sebagai pemenang.
Sebaliknya, mereka didorong untuk memperhatikan berbagai aspek teknis dan taktis yang diperagakan para pemain kelas dunia.
Mulai dari pergerakan tanpa bola, pengambilan keputusan, hingga strategi tim dapat dipelajari melalui setiap laga yang berlangsung.
Dengan cara tersebut, para pemain muda diharapkan mampu memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas permainan mereka di masa depan.
Baca juga: Buntut Pertamax Jadi 16.250, Pasar Klungkung Bali Dipantau Polisi Agar Tak Berlebihan Naikkan Harga
Ia meminta para pemain muda mengasah visi bermain mereka dengan menganalisis detail taktis yang diperagakan oleh para pemain dunia di layar kaca.
"Belajarlah melihat bagaimana cara mereka bergerak di lapangan. Amati dengan detail bagaimana pergerakan sebuah tim saat bertahan, bagaimana mereka melakukan transisi dalam hitungan detik, dan bagaimana mereka menyusun skema menyerang yang efektif," tuturnya.
"Pahami juga aturan-aturan pertandingan baru yang mulai diterapkan oleh FIFA di turnamen ini," jabarnya.
Baca juga: Kisruh Jelang Piala Dunia 2026, Negara yang Serukan Boikot AS Jadi Tuan Rumah, Usai Invasi Greenland
Satu hal nonteknis yang paling krusial untuk diserap menurutnya adalah aspek mentalitas dan profesionalisme di atas lapangan hijau.
Ia meminta para pemain muda melihat betul bagaimana profesionalisme para pemain top dunia itu dalam bertanding.
"Mulai dari kedisiplinan posisi, kontrol emosi, hingga respek di lapangan. Jadikan setiap pertandingan di Piala Dunia nanti sebagai pelajaran berharga dan motivasi tertinggi untuk terus berlatih keras di klub masing-masing," pesannya.
"Semoga Piala Dunia kali ini menyuguhkan pertandingan-pertandingan yang seru dan berkualitas, sehingga kita semua, khususnya insan sepak bola tanah air, bisa mengambil pelajaran penting untuk dijadikan bekal berharga kedepannya," pungkas I Wayan Sukadana.
Baca juga: Kamera Tangkap Suasana saat Erick Thohir Bertemu Pemain Timnas Indonesia Usai Gagal ke Piala Dunia
Adapun edisi ke-23 ini mengukir sejarah sebagai pesta bola terbesar sepanjang masa dengan keikutsertaan 48 negara peserta yang meningkat dari format 32 tim sejak 1998.
Fase awal bakal dibagi ke dalam 12 grup, masing-masing dihuni oleh 4 tim.
Dua tim teratas grup serta 8 tim peringkat ketiga terbaik berhak lolos ke babak gugur baru, yaitu babak 32 besar.
Total laga melonjak dari 64 menjadi 104 pertandingan.
Turnamen ini dikelola bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan upacara pembukaan dan pertandingan pembuka diselenggarakan pada Kamis 11 Juni 2026 di Stadion legendaris Estadio Azteca, Mexico City.
Setelah kompetisi sengit selama 39 hari, pertandingan Final perebutan trofi emas Piala Dunia dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat.
(TribunTrends/TribunBali.com)