Laporan Wartawan TribunJatim.com, M Taufik
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemajuan lembaga pendidikan swasta sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) daerah.
Sekolah swasta dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berkualitas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menyampaikan hal tersebut saat membuka Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Sekolah Dasar se-Kabupaten Sidoarjo yang digelar di SD Muhammadiyah 1 Candi, Rabu (10/6).
Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pengembangan sekolah negeri, tetapi juga memberikan perhatian yang sama terhadap sekolah swasta yang selama ini turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.
Baca juga: Sampah Sidoarjo Tembus 892 Ton per Hari, TPA Jabon Diprediksi Penuh 5-7 Tahun Lagi
Subandi menegaskan pentingnya kesetaraan kualitas antara sekolah negeri dan swasta, baik dari sisi fasilitas maupun tata kelola pendidikan. Hal ini dinilai penting agar seluruh lembaga pendidikan di Sidoarjo dapat berkembang secara bersama-sama.
“Kami ingin sekolah-sekolah swasta di Sidoarjo mampu bersaing dengan sekolah negeri, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun tata kelola pendidikan. Semuanya harus berjalan bersama dalam mencetak generasi yang berkarakter dan memiliki daya saing global,” ujarnya.
Ia juga menilai SD Muhammadiyah 1 Candi sebagai salah satu sekolah swasta yang menunjukkan perkembangan positif dalam pengelolaan pendidikan, terutama dalam peningkatan fasilitas dan kualitas pembelajaran.
“SD Muhammadiyah 1 Candi harus terus didorong agar mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya. Sekolah tidak hanya menjadi tempat mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia peserta didik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Subandi juga menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di SD Muhammadiyah 1 Candi.
Meski menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, Pemkab Sidoarjo tetap berupaya mencari berbagai sumber pendanaan, termasuk melalui dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kami akan berupaya mengawal agar ada dukungan pendanaan untuk pengembangan fasilitas pendidikan di sekolah ini. Mudah-mudahan pada tahun anggaran 2027 dapat terealisasi bantuan dari pemerintah provinsi,” ujarnya.
Pentas PAI tingkat Sekolah Dasar se-Kabupaten Sidoarjo tersebut diikuti oleh siswa dari berbagai sekolah dasar. Kegiatan ini menjadi ajang pengembangan kompetensi sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan bagi peserta didik.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kreativitas, serta penguatan nilai-nilai moral dan spiritual generasi muda di Kabupaten Sidoarjo.
Sementara itu, prestasi membanggakan diraih Kabupaten Sidoarjo setelah berhasil menembus 10 besar nasional dalam kategori kota bersih berdasarkan penilaian terbaru Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama tim penilai independen.
Dengan nilai 70,55, Sidoarjo kini telah mengantongi sertifikat menuju kota bersih.
Meski demikian, capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Di balik prestasi tingkat nasional tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan pengelolaan sampah yang menjadi pekerjaan rumah dan perlu segera dituntaskan.
Setiap hari, Kabupaten Sidoarjo menghasilkan hampir 900 ton sampah. Sebagian besar memang telah berhasil dikelola, namun masih ada puluhan ton sampah yang belum tertangani secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan lingkungan.
Salah satu dampak yang masih terlihat di lapangan adalah munculnya tempat pembuangan sampah liar serta praktik pembakaran sampah oleh masyarakat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku dan partisipasi aktif masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu 3R (TPS3R) yang kini menjadi salah satu ujung tombak dalam upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.