Warga Kota Kefamenanu Kesal Harga BBM Pertamax Melonjak 
Oby Lewanmeru June 10, 2026 11:19 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Warga Kota Kefamenanu, Antonius Tuan mengaku kesal dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax dan beberapa jenis BBM lainnya.

Kenaikan harga ini berdampak pula pada kenaikan harga bahan sembako.

Ia menegaskan, pemerintah mesti menjelaskan secara detail tentang alasan mendasar menaikkan harga BBM tersebut.

Masyarakat khawatir jika ekonomi Negara Indonesia kian terguncang dengan kenaikan harga BBM ini.

Baca juga: Antrean Panjang Menghiasi SPBU di Kota Kefamenanu Usai Pemerintah Umumkan Kenaikan Harga BBM  


Dikatakan Antonius, kenaikan harga BBM ini dinilai sangat berat bagi masyarakat. Pasalnya, dalam sepekan ia biasanya menghabiskan Rp. 40.000 untuk membeli BBM Pertamax, saat ini ia harus mengeluarkan biaya Rp. 65.000 sampai Rp. 70.000 dalam sepekan.

"Ini untuk mobilitas kegiatan yang sama setiap hari," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Di sisi lain, penghasilan yang diperoleh setiap bulan tetap namun, pengeluaran semakin membengkak. Hal ini berdampak pada ekonomi masyarakat.

Kenaikan harga BBM ini diprediksi bakal berdampak pada harga bahan pokok lainnya.

Harga tabung elpiji diprediksi bakal naik.

"Dan pastinya harga barang-barang di pasar juga ikut naik, kalau BBM sudah naik begini," ungkapnya.

Antonius juga mempertanyakan kondisi ekonomi Indonesia dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan. Masyarakat di desa maupun di kota mulai merasakan dampak dari kenaikan harga BBM ini.

Pemerintah, lanjutnya, harus memastikan atau memberikan penjelasan tujuan menaikkan harga BBM dan apa dampak positifnya bagi masyarakat.

Semestinya, kenaikan harga BBM mesti dibarengi dengan dampak positif yang bakal diterima oleh masyarakat nantinya. Masyarakat tidak boleh dikorbankan oleh kenaikan harga BBM ini.

"Jangan sampai masyarakat hanya dapat dampak negatif terus," ujar Antonius.

Pemerintah harus menurunkan harga BBM dalam waktu dekat jika mereka tidak dapat memberikan penjelasan soal tujuan positif kenaikan harga BBM itu. (bbr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.