Ojol Kota Kupang Beralih ke Pertalite Setelah Harga Pertamax Melambung Naik 
Oby Lewanmeru June 10, 2026 10:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 berdampak langsung terhadap para pengemudi ojek online (ojol) di Kota Kupang.

Sejumlah pengemudi mengaku terpaksa akan beralih ke BBM subsidi jenis Pertalite untuk menekan biaya operasional yang semakin tinggi di tengah menurunnya jumlah pesanan.

Salah satu pengemudi ojek online roda dua, Alfred, mengaku kenaikan harga Pertamax sangat memberatkan dirinya maupun rekan-rekan sesama pengemudi.

Menurutnya, dengan harga terbaru tersebut, ia tidak memiliki banyak pilihan selain kembali menggunakan Pertalite.

Baca juga: Pertamax Naik Rp 16.250 per Liter, Antrean Kendaraan Terlihat di SPBU Liliba Kota Kupang

"Dengan kenaikan ini, pasti saya beralih ke Pertalite saja," ujar Alfred usai mengisi BBM di SPBU Liliba, Kota Kupang, Rabu 10 Juni 2026 malam.

Alfred mengatakan biaya operasional menjadi semakin berat karena pendapatan pengemudi saat ini juga mengalami penurunan.

"Sangat berdampak berat bagi kami ojol atau driver. Ditambah lagi orderan yang sedang menurun, ditambah pemotongan yang besar, kami pasti lebih setengah mati," katanya.

Ia menilai apabila tetap menggunakan Pertamax dengan harga saat ini, sebagian besar pendapatan harian akan habis untuk membeli bahan bakar.

"Kalau masih bertahan pakai Pertamax, bisa-bisa pulang ke rumah tidak bawa uang karena habis untuk beli BBM," ujarnya.

Meski demikian, Alfred mengaku selama kurang lebih dua tahun terakhir dirinya menggunakan Pertamax karena dinilai lebih baik untuk performa kendaraan.

Menurutnya, penggunaan Pertamax membuat mesin motor lebih terawat dan awet dibandingkan BBM dengan oktan lebih rendah.

Keluhan serupa juga disampaikan Dedi Bani, pengemudi Maxim Mobil di Kota Kupang.

Dedi mengaku kenaikan harga Pertamax semakin menambah beban para pengemudi transportasi online yang saat ini tengah berjuang mempertahankan pendapatan.

Menurutnya, biaya operasional kendaraan terus meningkat, sementara tarif jasa transportasi online tidak mengalami penyesuaian.

"Kenaikan terjadi pada Pertamax, sedangkan jasa mengantar penumpang masih tetap sama," katanya.

Ia menambahkan kondisi tersebut semakin berat bagi pengemudi yang masih memiliki kewajiban membayar cicilan kendaraan.

"Apalagi bagi saya yang mobilnya masih dalam tahap kredit, pasti akan mengalami kesulitan," tambah Dedi. (rey)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.