Lionel Messi berbicara dengan penuh keyakinan mengenai peluang Argentina mempertahankan gelar juara Piala Dunia mereka setelah meraih kemenangan telak 3-0 atas Islandia dalam laga uji coba terakhir. Bintang Inter Miami itu turut mencetak gol setelah masuk di babak kedua, sekaligus memecahkan rekor internasional yang telah lama bertahan bagi negaranya.
Messi Kembali ke Kebugaran Penuh
Messi kembali menunjukkan mengapa dirinya menjadi sosok sentral dalam harapan Argentina. Dalam kemenangan 3-0 atas Islandia yang berlangsung di Stadion Jordan-Hare, Alabama, pemain asal Rosario itu masuk pada menit ke-70. Melalui eksekusi penalti yang sempurna, Messi bukan hanya memastikan kemenangan, tetapi juga mencatatkan gol ke-117 untuk tim nasionalnya, sembari menepis kekhawatiran terkait kebugarannya yang sempat terganggu.
Usai pertandingan, Messi mengungkapkan rasa lega atas kondisi fisiknya kepada TyC Sports: “Menikmati sejak awal, saya sudah ingin bermain sejak lama karena sempat merasa tidak nyaman. Senang, menikmati setiap momen, dan bersemangat seperti biasa. Saya merasa sangat baik, ingin segera bermain dan menghilangkan rasa takut yang muncul akibat cedera kecil, agar bisa bermain bebas. Kami punya waktu satu minggu untuk memastikan semua pemain siap menghadapi laga pembuka.”
Rekor Labruna Terpecahkan
Pada usia 38 tahun, 11 bulan, dan 14 hari, Messi resmi menjadi pemain tertua yang mencetak gol untuk Albiceleste. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh legenda Angel Labruna sejak tahun 1957. Ikon River Plate itu mencetak gol internasional terakhirnya pada usia 38 tahun, sembilan bulan, dan delapan hari dalam laga bersejarah melawan Brasil. Penampilan Messi melawan Islandia juga menandai laga ke-199 bersama Argentina, menjadikannya pemain dengan jumlah caps terbanyak sepanjang sejarah tim nasional.
Meski rekor pencetak gol tertua kini diambil alih Messi, Labruna masih memegang satu catatan penting lainnya untuk Argentina. Ia tetap menjadi pemain tertua yang pernah tampil untuk tim nasional, setelah bermain di Piala Dunia 1958 di Swedia pada usia 39 tahun dan 260 hari. Karena Messi akan berulang tahun ke-39 saat Piala Dunia kali ini berlangsung, ia tidak mungkin melampaui usia tersebut di turnamen ini.
Ambisi Tak Pernah Padam dari Tim Juara
Messi menegaskan bahwa kesuksesan masa lalu tidak membuat semangat juang skuad Argentina menurun. Sang kapten menyoroti bahwa mentalitas tim tetap sama seperti ketika mereka mencapai puncak dunia di Qatar, dan komitmen mereka terhadap seragam biru-putih tetap tak tergoyahkan menjelang laga pembuka fase grup melawan Aljazair.
Saat ditanya soal peluang mengulang kesuksesan tersebut, pemain bernomor 10 itu menjawab tegas: “Seperti biasa, setiap kali turnamen dimulai, terutama Piala Dunia, saya sangat bersemangat. Saya pernah mengatakan bahwa kelompok ini tidak akan mengecewakan, dan mereka telah membuktikannya tahun ini, selalu bersaing tanpa peduli siapa lawannya atau ajangnya, menunjukkan semangat dan keinginan yang sama untuk bertarung. Ini adalah kelompok pemenang yang selalu ingin lebih. Kami akan melangkah selangkah demi selangkah, seperti biasa, tapi dengan antusiasme, kegembiraan, dan keyakinan besar pada kemampuan kami.”
Peringatan Langsung untuk Para Rival
Messi menyadari bahwa status sebagai juara bertahan membawa beban besar bagi Argentina, namun ia memperingatkan bahwa menaklukkan mereka tidak akan mudah. Sang kapten menegaskan bahwa semangat kompetitif yang menjadi ciri khas era Lionel Scaloni masih sangat kuat, serta meminta para penggemar untuk terus percaya pada pemain-pemain yang telah menunjukkan karakter kuat di momen-momen tersulit.
Terkait komitmen tim, Messi menegaskan: “Kelompok ini pantas mendapatkan semua yang mereka capai. Kami akan terus berjuang seperti biasa, agar publik tak pernah ragu bahwa kami akan memberikan segalanya, seperti yang selalu kami lakukan selama ini. Kadang berhasil, kadang tidak, tapi dalam beberapa tahun terakhir kami beruntung mendapatkan hasil positif. Ini sulit, dan semakin sulit setiap kali, tapi kami sudah terbiasa, begitu juga para pendukung. Kami akan berusaha mengulanginya lagi. Hasilnya bisa saja berbeda, itulah sepak bola. Namun yakinlah, tidak akan mudah bagi lawan untuk mengalahkan kami karena kami adalah tim yang sangat kompetitif.”