Manado (ANTARA) - Kodaeral VIII mengerahkan KRI Selar-879 untuk melaksanakan misi kemanusiaan membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

"Pengerahan unsur TNI Angkatan Laut tersebut merupakan bentuk respons cepat dalam mendukung penanganan bencana serta memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi," kata Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi di Manado, Rabu.

Dia menjelaskan KRI Selar-879 membawa berbagai bantuan logistik, di antaranya bahan makanan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan darurat.

Selain itu, memobilisasi dukungan personel untuk membantu proses penyaluran bantuan dan penanganan warga terdampak.

"Kehadiran KRI Selar -879 diharapkan mampu mempercepat distribusi bantuan ke daerah-daerah kepulauan yang sulit dijangkau, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dan instansi terkait dalam pemulihan pascabencana," ujarnya.

Dia menegaskan pengerahan KRI Selar wujud komitmen TNI AL dalam melaksanakan tugas kemanusiaan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Melalui sinergi dengan berbagai pihak, TNI AL akan terus hadir untuk memberikan bantuan dan dukungan guna meringankan beban warga serta mempercepat pemulihan kondisi di Kepulauan Sangihe dan Talaud pascagempa," katanya.

Pada Senin (8/6), pukul 06.37.42 WIB wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina diguncang gempa bumi tektonik dan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo 7,7 pada kedalaman 47 kilometer.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,80° LU; 125,14° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.