Sebut Indonesia Disukai Banyak Negara, Prabowo: Kalau Trump-Putin Ngundang, Berani Saya Gak Datang?
Nathanael MoerRahardian June 10, 2026 11:42 PM

- Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa undangan dari berbagai pemimpin dunia harus dipenuhi.

Menurutnya, hal tersebut merupakan konsekuensi dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan nonblok.

Dalam acara Munas HIPMI XVIII di Lampung pada Rabu (10/6/2026), Prabowo bercerita kerap diundang oleh pemimpin negara besar.

Misalnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden China Xi Jinping.

"Sekarang kalau ada negara super power ya katakanlah Presiden Trump mengundang saya ke Amerika, berani saya enggak datang? Hah?" tanya Prabowo.

Menurut Prabowo, keputusannya menghadiri undangan setiap negara sahabat dalam rangka membela kepentingan masyarakat.

"Jadi saudara-saudara inilah risiko negara yang sahabatnya banyak. Kita Indonesia ini negara terbesar di ASEAN, kita anggota APEC, anggota konferensi Islam OKI, anggota sekarang anggota BRICS, anggota G20. Kita kalau diundang kita nggak hadir," sambungnya.

Diketahui Prabowo terbang ke AS untuk bertemu Trump pada Februari 2026.

Selain memperkuat hubungan bilateral, ia juga menghadiri pertemuan perdana Board of Peace di Washington.

Sementara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Prabowo sudah bertemu berulang kali.

Ia bahkan berencana kembali ke Rusia pada 17 Juni mendatang.

Kemudian, Prabowo bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing saat awal menjabat.

Total kunjungan luar negeri Prabowo mencapai 50 lebih dalam waktu 1,5 tahun.

Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: bagus gema praditiya sukirman

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.