TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat menjadi pemateri dalam kegiatan Coaching Clinic Pengelolaan Aset Sekolah yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan berlangsung di Aula UPTD SMKN Rangas Mamuju, Rabu (10/6/2026).
Materi disampaikan oleh Penelaah Teknis Kebijakan BPKAD Sulbar, Rasmadi dan Ismail.
Baca juga: BPKAD Sulbar Perdalam Penyusunan Kebutuhan ASN Berbasis ABK, Dukung Pengelolaan SDM yang Efektif
Baca juga: BPKAD Sulbar Ikuti Rakor Sinkronisasi Peta Proses Bisnis untuk Dukung Program Prioritas RPJMD
Coaching clinic ini diikuti operator yang menangani aset dan aplikasi E-BMD pada satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Barat.
Pelaksanaannya dibagi menjadi enam sesi berdasarkan wilayah kabupaten sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pada sesi pertama, peserta berasal dari operator aset dan aplikasi E-BMD Kabupaten Majene.
Kegiatan selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap untuk operator dari Kabupaten Polewali Mandar, Mamasa, Pasangkayu, Mamuju Tengah, dan Mamuju.
Dalam pemaparannya, Rasmadi dan Ismail menjelaskan tata cara pembukuan, inventarisasi, serta pelaporan Barang Milik Daerah (BMD).
Materi tersebut khususnya terkait aset yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) melalui aplikasi E-BMD.
Penyampaian materi mengacu pada ketentuan Permendagri Nomor 47 Tahun 2021.
Selain menerima materi, peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi dan berkonsultasi mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan aset sekolah.
Melalui forum tersebut, diharapkan proses pencatatan dan pelaporan aset dapat dilakukan secara tepat, tertib, dan akuntabel.
Kepala BPKAD Provinsi Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, coaching clinic menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas pengelola aset sekolah dalam menyajikan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Melalui coaching clinic ini, kami berharap seluruh operator aset sekolah memiliki pemahaman yang sama dalam penggunaan aplikasi E-BMD sehingga data aset daerah dapat tersaji secara lengkap dan akurat," ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan aset yang tertib dan akuntabel merupakan bagian penting dalam memperkuat pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan profesional.
Upaya tersebut juga sejalan dengan misi kelima Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yakni memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas. (*)