TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Kenaikan harga bahan bakar minyak ( BBM ) nonsubsidi jenis Pertamax, yang berlaku sejak 10 Juni 2026, belum berdampak pada tarif angkutan speedboat rute Nunukan - Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.
Hingga saat ini, tarif tiket speedboat Nunukan menuju Tarakan dari Pelabuhan Liem Hie Djung, masih bertahan di angka Rp280 ribu per penumpang.
Kepala Seksi Operasional Pelayanan Kepelabuhanan, Alexander, mengatakan belum ada informasi maupun pengajuan kenaikan tarif dari operator speedboat, meski harga Pertamax naik.
"Untuk sementara tarif masih tetap Rp280 ribu per orang.
Belum ada kenaikan meskipun harga Pertamax naik," kata Alexander, kepada TribunKaltara.com, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: 6 Jadwal Speedboat Tarakan Malinau Hari Ini Lengkap Harga Tiket Minggu 7 Juni 2026
Menurutnya, pihak pelabuhan masih menunggu surat resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terkait kemungkinan penyesuaian tarif angkutan laut pascakenaikan harga BBM.
"Kami masih menunggu surat resmi dari provinsi.
Sampai saat ini belum ada surat atau keputusan terkait penyesuaian tarif speedboat," ujarnya.
Diketahui, PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi per 10 Juni 2026.
Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Meski demikian, tarif penyeberangan Nunukan-Tarakan masih diberlakukan normal dan belum mengalami perubahan.
Menurut Alexander, tarif Rp280 ribu yang dibayarkan penumpang juga sudah termasuk asuransi perjalanan dan retribusi pelabuhan.
"Tarif yang berlaku saat ini sudah termasuk asuransi dan retribusi pelabuhan," ujarnya.
Sementara itu, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Liem Hie Djung tetap berjalan normal.
Sejumlah armada yang beroperasi di antaranya SB Paolai Express berkapasitas 78 penumpang berangkat pukul 07.20 Wita, SB Tri Putra Tunggal Dewi LS kapasitas 64 penumpang pukul 07.40 Wita, serta SB Sinar Baru Express V kapasitas 65 penumpang pukul 08.00 Wita.
Kemudian SB Minsen Express Junior kapasitas 48 penumpang berangkat pukul 08.20 Wita, SB Sadewa Benuanta Executive 02 kapasitas 48 penumpang pukul 09.00 Wita, dan SB Sadewata 01 kapasitas 78 penumpang pukul 11.30 Wita.
Selanjutnya SB Dewa Sebakis Sakti 2 kapasitas 60 penumpang berangkat pukul 12.15 Wita, SB Gembira Express III kapasitas 55 penumpang pukul 13.00 Wita, SB Menara Indah Niklas kapasitas 69 penumpang pukul 14.00 Wita, serta SB Sinar Baru Express Junior 2 kapasitas 59 penumpang pukul 14.15 Wita.
Alexander menjelaskan, armada yang beroperasi telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kenyamanan penumpang seperti pendingin ruangan (AC), televisi, dan toilet.
Dengan waktu tempuh sekitar tiga jam, rute Nunukan-Tarakan masih menjadi salah satu jalur transportasi favorit masyarakat untuk urusan pekerjaan, pendidikan, bisnis maupun kebutuhan lainnya.
Meski tarif masih bertahan, sejumlah penumpang berharap kenaikan harga BBM tidak berimbas pada biaya transportasi laut dalam waktu dekat mengingat rute tersebut menjadi akses utama mobilitas warga di wilayah perbatasan.
(*)
Penulis: Fatimah Majid