Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kebanggaan besar dirasakan keluarga Muhamad Ikhsan dan Firtin Ani Susanti.
Baca juga: Tim LDBI SMA Tunas Mekar Indonesia Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Ungkap Kunci Sukses
Putri pertama mereka, Reishanum Qianzy Ikhsananda yang akrab disapa Shanum, berhasil mewujudkan impian yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Di usia yang belum genap tujuh tahun, Shanum sukses lolos seleksi program Escort Garuda atau pendamping pemain Tim Nasional Indonesia.
Shanum lahir di Bandar Lampung pada 19 Juli 2019 dan merupakan anak pertama dari dua bersaudara.
Kesehariannya tak jauh berbeda dengan anak-anak seusianya yang sedang fokus bersekolah.
Menurut sang Ibu, Shanum dikenal sebagai anak yang lincah, ceria, aktif, dan memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi terhadap berbagai hal di sekitarnya.
Keikutsertaan Shanum dalam seleksi Escort Garuda menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan.
“Seleksi dilakukan secara online melalui tautan pendaftaran yang diumumkan di akun Instagram resmi Kita Garuda,” ungkap sang Ibu saat diwawancara Kamis (11/6/2026).
Para peserta diminta membuat video kreatif berisi perkenalan diri, alasan mencintai Timnas Garuda, pemain favorit, hobi, serta harapan untuk masa depan sepak bola Indonesia.
Dalam proses pembuatan video, ia mendapat dukungan luar biasa dari Ibu Novlayana Anggra Kesuma, selaku Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Yonif 143 Cabang XXVII Radin Inten SD Kartika XXVII-6 Bandar Lampung.
Dukungan tersebut diwujudkan dengan memberikan izin penggunaan lingkungan dan lapangan sekolah sebagai lokasi pengambilan video kreatif Shanum.
Usaha dan kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.
Dari lebih dari 3.000 peserta yang mendaftar dari berbagai daerah di Indonesia, Shanum berhasil lolos seleksi dan mendapatkan kesempatan langka menjadi bagian dari momen bersejarah bersama Timnas Indonesia.
“Perjalanan menuju Jakarta dimulai pada hari Minggu. Shanum bersama keluarga berangkat dengan penuh harapan untuk mengikuti rangkaian kegiatan,” jelas sang Ibu.
Setelah pertandingan selesai hingga larut malam, mereka baru kembali ke Lampung pada hari Rabu Sore.
Menurut sang Ibu, momen paling mengharukan terjadi ketika Shanum pertama kali menginjakkan kaki di rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Perasaan haru dan bangga bercampur menjadi satu. Air mata terus menetes karena tak menyangka bisa berada di tempat yang selama ini hanya ia lihat melalui layar televisi.
“Perasaan Shanum sangat bangga dan senang sekali. Rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata saat pertama kali menginjak rumput GBK,” ungkap sang Ibu.
Selain dapat merasakan atmosfer pertandingan secara langsung, Shanum juga sangat bahagia karena berkesempatan lebih dekat dengan para pemain Timnas Indonesia.
Salah satu alasan terbesarnya mengikuti seleksi ini adalah keinginannya untuk bertemu sang idola, Marcelino Ferdinan, pemain muda berbakat yang selama ini menjadi inspirasi baginya.
Kecintaan Shanum terhadap olahraga memang sudah terlihat sejak dini.
Ia memiliki hobi berenang dan berlari, serta lebih menyukai berbagai aktivitas fisik dibandingkan kegiatan lainnya.
Semangatnya dalam berolahraga sejalan dengan kecintaannya terhadap sepak bola dan Timnas Indonesia.
Tak hanya aktif di bidang olahraga, Shanum juga memiliki sejumlah prestasi membanggakan.
Ia pernah meraih predikat Santri Terbaik di TPA tempatnya menimba ilmu agama.
Di bidang nonakademik, Shanum juga kerap mengikuti berbagai lomba fashion show dan berhasil menunjukkan bakat serta rasa percaya diri yang tinggi di atas panggung.
Keberhasilan Shanum menjadi pendamping Garuda bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga, tetapi juga bagi sekolah dan masyarakat Bandar Lampung.
(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)