TRIBUNPAPUABARAT.COM.MANOKWARI - Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari mendorong Kelompok Kerja (Pokja) Gerakan Bersatu Lengkapi Imunisasi Anak (BERLIAN), untuk lebih aktif membantu meningkatkan cakupan imunisasi anak, yang masih berada di bawah target nasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang, seusai Pertemuan Koordinasi Pokja BERLIAN.
Pertemuan ini melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi perangkat daerah, organisasi profesi, serta unsur perempuan di Manokwari.
Marthen menjelaskan, Pokja BERLIAN dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Manokwari Nomor 400.7.7/257 Tahun 2025 sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pencapaian imunisasi anak di Kabupaten Manokwari.
Baca juga: Wakapolres Kaimana Jagokan Timnas Belanda di Pildun 2026, Minta Warga Jaga Kamtibmas
Menurutnya, upaya meningkatkan cakupan imunisasi tidak bisa hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan semata.
Dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk mengedukasi dan mengajak orang tua membawa anak mereka ke posyandu, puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.
“Tenaga kesehatan tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan kader kesehatan, RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai pihak lainnya untuk membantu mengingatkan masyarakat tentang pentingnya imunisasi,” ujarnya.
Ia mengatakan, pada saat pelayanan posyandu berlangsung, jumlah bayi dan balita yang harus dilayani bisa mencapai puluhan hingga ratusan anak dalam satu kegiatan.
Karena itu, keterlibatan masyarakat dinilai sangat penting untuk membantu mengumpulkan warga dan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
“Pada saat pelayanan Posyandu, jumlah bayi dan balita yang harus dilayani bisa mencapai puluhan hingga ratusan anak. Karena itu kami membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk membantu mengingatkan dan mengumpulkan masyarakat sehingga pelayanan imunisasi dapat berjalan lebih efektif,” katanya.
Marthen menilai tokoh agama memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi bagi anak.
Baca juga: Pengemudi Ojek Keluhkan Pertamax Naik Jadi Rp16.650 per Liter, Antre Pertalite Terlalu Lama
Menurutnya, imunisasi merupakan hak setiap anak yang harus dipenuhi guna memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.
“Melalui pendekatan yang dilakukan tokoh agama dan tokoh masyarakat, kami berharap pemahaman masyarakat tentang manfaat imunisasi dapat semakin meningkat,” ujarnya.
Marthen mengungkapkan, capaian imunisasi di Kabupaten Manokwari hingga saat ini masih belum memenuhi target nasional yang ditetapkan sebesar 95 persen.
Pada tahun 2025, capaian imunisasi tertinggi di Kabupaten Manokwari berada pada angka sekitar 88,55 persen. Namun sejumlah jenis imunisasi lainnya masih berada di bawah target yang diharapkan.
Sementara hingga Mei 2026, capaian imunisasi untuk beberapa jenis vaksin masih tergolong rendah.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan capaian tertinggi baru mencapai sekitar 22,66 persen, sedangkan capaian terendah berada pada angka 3,96 persen.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan mendorong Dinas Kesehatan untuk kembali mengaktifkan peran Pokja BERLIAN dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Baca juga: Buruh Sekop Pasir Manokwari Desak Pemerintah, Harga Rp150 Ribu Tak Sesuai dengan Tenaga
Menurut Marthen, rendahnya capaian imunisasi dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya masih rendahnya kesadaran sebagian orang tua untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan.
Selain itu, kendala ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat juga turut memengaruhi pelaksanaan program imunisasi di daerah.
Karena itu, Dinas Kesehatan berharap seluruh unsur yang tergabung dalam Pokja BERLIAN dapat lebih proaktif melakukan pendekatan kepada masyarakat agar target imunisasi anak di Kabupaten Manokwari dapat tercapai.
“Kami berharap semua pihak yang tergabung dalam Pokja BERLIAN dapat bersama-sama membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga cakupan imunisasi anak di Kabupaten Manokwari bisa terus meningkat dan mencapai target yang ditetapkan,” pungkasnya. (*)