TRIBUNTRENDS.COM - Gelombang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali memicu kegelisahan di tengah masyarakat.
Mulai Rabu (10/6/2026), harga Pertamax Green 95 resmi menembus angka Rp17.000 per liter, sementara Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.
Kenaikan yang cukup tajam ini langsung terasa bagi jutaan pengguna kendaraan bermotor yang selama ini mengandalkan BBM berkualitas tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Di berbagai daerah, keluhan mulai bermunculan. Tidak sedikit masyarakat yang harus menghitung ulang pengeluaran bulanan mereka akibat lonjakan biaya transportasi.
Bahkan, sebagian mulai mempertimbangkan langkah yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan: meninggalkan kendaraan berbahan bakar bensin dan beralih ke kendaraan listrik.
Salah satunya adalah Adhi (33), warga Jeruk Sawit, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Jalur Pertamax Sepi Bak Kuburan Imbas Harga Meroket Rp16.250, Warga Karanganyar Serbu Pertalite
Bagi Adhi, kenaikan harga Pertamax bukan sekadar perubahan angka yang terpampang di papan harga SPBU.
Dampaknya langsung terasa pada kebutuhan sehari-hari, terutama karena kendaraan menjadi sarana utama untuk bekerja.
Dengan jarak rumah dan tempat kerja yang cukup jauh, biaya transportasi menjadi pengeluaran yang tidak bisa dihindari.
"Sangat terasa dampak kenaikan Pertamax, apalagi jarak rumah ke tempat kerja lumayan jauh ya sekitar 20 menit perjalanan," ujar Adhi saat ditemui TribunTrends, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, kebutuhan bahan bakar untuk bekerja tidak mungkin dikurangi begitu saja. Akibatnya, setiap kenaikan harga BBM secara otomatis meningkatkan beban pengeluaran yang harus ditanggung setiap bulan.
Usai keberatan dengan kenaikan harga Pertamax yang mencapai lebih dari 30 persen, Adhi mengaku mulai memikirkan alternatif jangka panjang.
Lonjakan harga BBM yang terus terjadi membuatnya mempertimbangkan perubahan besar dalam pola transportasi yang selama ini dijalani. Kendaraan listrik kini mulai masuk dalam daftar pilihannya.
Pria yang memiliki hobi bermain sepak bola itu mengaku mulai penasaran dengan harga dan biaya operasional motor listrik yang dianggap lebih hemat dibanding kendaraan berbahan bakar bensin.
"Kira-kira harga motor listrik sekarang berapa ya?" tanyanya.
Ia bahkan secara terbuka mengungkapkan rencananya untuk beralih jika tren kenaikan harga BBM terus berlanjut.
"Kalau kayak gini terus saya berencana mau beralih ke motor listrik aja," tutur Adhi.
Sambil bekerja di depan komputernya, ia pun mulai mencari berbagai informasi mengenai motor listrik yang dinilai bisa menjadi solusi atas meningkatnya biaya bahan bakar.
Baca juga: Warga Karanganyar Khawatir BBM Subsidi Bakal Langka, Antrean Pertalite Mengular Imbas Pertamax Naik
Berdasarkan keterangan resmi Pertamina Patra Niaga, berikut daftar harga BBM yang berlaku mulai 10 Juni 2026:
Pertamina menegaskan bahwa selain Pertamax dan Pertamax Green, harga BBM lainnya tidak mengalami perubahan.
Informasi terbaru terkait harga BBM dapat diakses masyarakat melalui kanal resmi Pertamina maupun aplikasi MyPertamina.
Kisah Adhi menjadi gambaran dilema yang kini dihadapi banyak pengguna kendaraan bermotor. Di satu sisi, mereka ingin mempertahankan kualitas bahan bakar yang dianggap aman bagi kendaraan.
Namun di sisi lain, kenaikan harga yang terus terjadi membuat biaya mobilitas semakin berat.
Bagi sebagian orang, bertahan menggunakan Pertamax mungkin masih menjadi pilihan.
Namun bagi yang lain, kendaraan listrik mulai dilihat sebagai jalan keluar untuk menekan pengeluaran di tengah tingginya harga BBM yang terus merangkak naik.
***
(TribunTrends/Jonisetiawan)