TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pekanbaru masih lancar tidak ada antrian panjang terjadi pasca kenaikan harga BBM non subsidi Pertamax yang mencapai Rp17.000 perliter.
Seperti pantauan di sebuah SPBU di jalan Lintas Timur KM 18 Pekanbaru, antrian masih terlihat lancar seperti biasanya.
Baik itu di jalur kendaraan roda dua maupun roda empat, semuanya berjalan lancar dan tidak ada antrian mengular.
Hanya saja, untuk jalur pengisian BBM jenis Pertamax yang biasanya juga terlihat kendaraan, tidak terlihat lagi, sepi tidak ada kendaraan, padahal stok minyak sendiri tersedia.
Sebagaimana diketahui, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) kembali mengalami penyesuaian di sejumlah daerah, dengan harga yang berbeda-beda, termasuk di Kota Pekanbaru, Riau per 10 Juni 2026 ini.
Banyak warga kaget harga Pertamax tercatat mencapai sekitar Rp17.000 per liter di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) karena kenaikan dilakukan pada tengah malam.
Zulkifli seorang warga yang sering menggunakan Pertamax mengaku berniat bagaimana agar bisa mendapatkan pertalite yang harganya lebih murah.
Karena menurutnya harga saat ini cukup mahal dan terasa memberatkan.
"Sementara nanti akan beli di Pertamini kecil itu aja dulu paling, berat juga harganya sampai 17.000,"ujar Zulkifli.
Baca juga: Kenaikan Pertamax dan Alarm bagi Stabilitas Ekonomi Daerah
Baca juga: UPDATE Ijazah Jokowi, Pakar Hukum: Sidang Wajib Dihadiri Jokowi, Jika Tidak Kasusnya Dihentikan
Sementara itu, Fedri pemilik kendaraan roda dua yang sering mengisi Pertamax juga mengaku berpikir dua kali untuk mengisi Pertamax lagi karena harganya yang melambung tinggi.
"Selama ini selalu isi Pertamax, cuma dengan harga seperti ini pasti mikir dua kali lah,"ujar Fedri.(tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)