TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melaksanakan kegiatan Assessment Akhir Training Center Calon Peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026, Kamis (11/6/2026).
Pantauan Tribun-Sulbar, kegiatan dimulai pukul 09.30 WITA bertempat di Aula "A" Kantor Bupati Mamuju Tengah.
Terlihat, kegiatan dibuka secara resmi Asisten I Setda Kabupaten Mamuju Tengah, Mahyuddin mewakili Bupati Mamuju Tengah.
Baca juga: Harga Naik, Tak Ada Pengendara Isi BBM Pertamax di Sejumlah SPBU Mamuju Tengah
Baca juga: Peduli Kemanusiaan Jajaran UT Majene Aksi Donor Darah, Warga Ikut Serta
Assessment ini merupakan tahapan akhir dari pelaksanaan Training Center (TC).
Tujuannya, menyeleksi peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Mamuju Tengah pada MTQ ke-XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat.
Mahyuddin menyampaikan bahwa pelaksanaan assessment ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya Kabupaten Mamuju Tengah melaksanakan Training Center dan seleksi terpadu bagi calon peserta MTQ tingkat kabupaten.
"Peserta lolos dipersiapkan mengikuti seleksi dan kompetisi MTQ di tingkat provinsi," ujar Mahyuddin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kapolres Mamuju Tengah diwakili Kabag Logistik, Kabag Kesra, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju Tengah, Kepala Dinas Pendidikan, Ketua MUI, serta Ketua Baznas Kabupaten Mamuju Tengah.
Peserta assessment berasal dari empat kecamatan di Kabupaten Mamuju Tengah, yakni Kecamatan Tobadak, Kecamatan Topoyo, Kecamatan Karossa, dan Kecamatan Budong-Budong.
Seluruh peserta mengikuti tahapan penilaian dengan penuh semangat dan antusias sebagai bentuk kesiapan dalam mengharumkan nama daerah pada ajang MTQ tingkat provinsi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menghasilkan peserta-peserta terbaik yang memiliki kemampuan dan kualitas mumpuni dalam bidang tilawah, hafalan, serta cabang-cabang lomba MTQ lainnya.
Sehingga mampu membawa prestasi bagi Kabupaten Mamuju Tengah di tingkat Provinsi Sulawesi Barat.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah