Banyak Spesies Laut yang Belum Ditemukan tapi Sudah Menghilang, Apa Penyebabnya?
GH News June 11, 2026 12:08 PM
Jakarta -

Spesies laut dilaporkan menghilang lebih cepat dari sebelumnya akibat perubahan iklim, kerusakan habitat, hingga spesies invasif. Kondisi ini membuat sejumlah organisme laut, terutama kelompok kecil seperti cacing laut, terancam punah bahkan sebelum sempat diidentifikasi oleh ilmuwan.

Dilansir dari Science Daily, menanggapi kondisi tersebut, peneliti dari University of Göttingen, Leibniz Institute for Biodiversity Change Analysis (LIB), dan Senckenberg Society for Nature Research meluncurkan proyek besar bernama EuroWorm.

Proyek ini bertujuan membangun basis data genomik terbuka untuk cacing laut Eropa guna mempercepat penemuan spesies baru dan memahami keanekaragaman hayati laut.

Memetakan Keanekaragaman Laut yang Tersembunyi

Cacing laut atau ditemukan hampir di seluruh lingkungan laut dan memiliki peran penting dalam ekosistem. Organisme ini membantu mencampur sedimen, mendaur ulang nutrien, dan menjadi indikator pencemaran laut.

Dalam proyek EuroWorm, peneliti akan mengumpulkan sampel dari berbagai lokasi di Eropa, kemudian mengidentifikasi bentuk fisik, memotret dengan resolusi tinggi, serta menganalisis genom menggunakan teknologi modern. Tujuannya adalah membangun katalog genomik yang rinci serta memahami hubungan evolusi spesies.

Basis Data Terbuka untuk Percepat Penemuan Spesies

Data dan sampel yang dikumpulkan akan disimpan di museum sejarah alam, termasuk di Museum of Natural History Hamburg dan Senckenberg Natural History Museum. Peneliti di seluruh dunia nantinya dapat mengakses data tersebut melalui platform seperti Global Biodiversity Information Facility (GBIF).

Pemimpin proyek, Jenna Moore, menjelaskan bahwa tujuan utama proyek ini adalah mempercepat penemuan spesies baru sekaligus mencegah kepunahan yang tidak terdeteksi.

"Kami berharap dengan membandingkan data spesies Eropa, kami dapat mempercepat penemuan spesies baru dan penelitian keanekaragaman hayati di seluruh dunia dan dengan demikian mengatasi 'kepunahan senyap' spesies laut," jelasnya.

Koleksi Lama dan Teknologi DNA Ungkap Spesies Baru

Peneliti juga memanfaatkan koleksi lama yang tersimpan di museum untuk mengungkap spesies tersembunyi. Maria Teresa Aguado Molina dari University of Göttingen menyebut koleksi tersebut memiliki nilai ilmiah yang tinggi.

"Koleksi semacam ini adalah kapsul waktu ilmiah," ujarnya. Ia menambahkan, "Koleksi historis, dipadukan dengan genomik modern, membuka keanekaragaman hayati tersembunyi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Sementara itu, Christoph Bleidorn menekankan bahwa penelitian ini memperkuat studi evolusi cacing laut yang telah lama dikembangkan. Kolaborasi lintas institusi dalam proyek EuroWorm juga diharapkan dapat membantu menentukan arah penelitian keanekaragaman hayati laut pada masa depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.