Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) mengatakan sektor kuliner, kriya, dan fesyen menjadi fokus utama pengembangan ekonomi kreatif pada 2026.

"Prioritas pengembangan ekonomi kreatif saat ini berada pada sektor kuliner, fesyen, dan kriya karena merupakan mayoritas UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dan pelaku ekonomi kreatif yang berkembang di Jakarta Timur," kata Kepala Sudin Parekraf Jakarta Timur Yayang Kustiawan di Jakarta, Kamis.

Ketiga sektor tersebut, kata dia, saat ini mendominasi jumlah pelaku usaha kreatif yang ada di wilayah Jakarta Timur.

Selain memiliki potensi pasar yang besar, sektor-sektor tersebut juga dinilai mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Yayang menyebutkan berdasarkan data Sudin Parekraf Jakarta Timur, sampai dengan saat ini, terdapat 2.574 pelaku usaha kreatif yang telah mendapatkan pembinaan, dan sebagian besar bergerak dalam bidang kuliner, kriya, dan fesyen.

Pengembangan sektor tersebut dilakukan melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, promosi produk, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

Menurut Yayang, perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi pelaku usaha kreatif untuk memperluas pasar. Berbagai platform digital kini menjadi sarana penting dalam memasarkan produk sekaligus membangun identitas usaha.

Selain itu, kolaborasi dengan komunitas dan berbagai pemangku kepentingan juga terus diperkuat. Keberadaan komunitas pun dinilai mampu menjadi jembatan bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan kompetensi.

Namun meski prospek sektor ekonomi kreatif cukup menjanjikan, sambung Yayang, tantangan terkait permodalan dan pengelolaan keuangan masih menjadi persoalan utama yang dihadapi banyak pelaku usaha.

Oleh karena itu, pembinaan tidak hanya difokuskan pada pengembangan produk, tetapi juga peningkatan kemampuan manajemen usaha.

Pada 2026, Sudin Parekraf Jakarta Timur menargetkan peningkatan jumlah pelaku usaha binaan, yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian daerah.