Kondisi Jasad Bocah SD di Sragen saat Ditemukan Usai Dibunuh Buruh Tani, Masih Pakai Seragam Sekolah
Candra Isriadhi June 11, 2026 01:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11), bocah perempuan asal Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Pelaku yang diketahui bernama Suparman alias Bledus (53) ternyata bukan sosok yang baru pertama kali berurusan dengan hukum.

Polisi mengungkap, tersangka memiliki rekam jejak kriminal yang cukup kelam dan pernah terlibat dalam kasus kejahatan berat yang merenggut nyawa korban.

PELAKU PEMBUNUHAN - Tampang pelaku pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11), bocah perempuan yang ditemukan tewas di rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen ditangkap. Pelaku diketahui berinisial S, warga Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Fakta mengejutkan muncul setelah Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, menyebut pelaku diduga merupakan teman dari ayah korban.
PELAKU PEMBUNUHAN - Tampang pelaku pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11), bocah perempuan yang ditemukan tewas di rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen ditangkap. Pelaku diketahui berinisial S, warga Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Fakta mengejutkan muncul setelah Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, menyebut pelaku diduga merupakan teman dari ayah korban. (TribunSolo.com/Istimewa)

Kasus ini sendiri sempat menggegerkan warga Sragen setelah Bilqis ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam pramuka. Kondisi Bilqis yang bersimbah darah membuat sang ibu histeris ketika pulang bekerja pada sore hari.

Suasana duka pun menyelimuti keluarga korban dan warga sekitar yang tidak menyangka bocah tersebut menjadi korban tindak kekerasan hingga kehilangan nyawa.

Di tengah proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian, latar belakang pelaku perlahan mulai terungkap.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menyampaikan bahwa Suparman alias Bledus merupakan seorang residivis yang pernah menjalani proses hukum dalam kasus serupa.

"Pelaku juga seorang residivis. Pernah dua kali melakukan kejahatan serupa yaitu pencurian dengan kekerasan dan kedua korbannya meninggal dunia," ujar Dewiana, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Mengenang Olivia Dewi, Model Meninggal Kecelakaan Nissan Juke, Ternyata Kakak Aktor, Ziarah ke Makam

Menurut Kapolres, kedua kasus yang pernah menjerat tersangka sama-sama berujung pada kematian korban.

Pada kasus pertama, korban diketahui merupakan seorang perempuan yang meninggal dunia akibat tindak pencurian dengan kekerasan yang dilakukan pelaku.

Sementara dalam kasus kedua, korban merupakan seorang waria yang juga kehilangan nyawa setelah menjadi sasaran aksi kejahatan tersangka.

Fakta tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa Suparman bukanlah pelaku kriminal biasa.

Riwayat kejahatan yang pernah dilakukannya kini menjadi perhatian dalam pengungkapan kasus pembunuhan Bilqis yang tengah ditangani pihak kepolisian.

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang mengakibatkan tewasnya Bilqis di rumahnya sendiri.

Polisi juga memastikan proses hukum terhadap tersangka akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

PELAKU DITANGKAP - Pelaku pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11), bocah perempuan yang ditemukan tewas di rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen ditangkap.
PELAKU DITANGKAP - Pelaku pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11), bocah perempuan yang ditemukan tewas di rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen ditangkap. (TribunSolo.com/Istimewa)

"Yang pertama korbannya perempuan meninggal dunia. Yang kedua waria dan juga meninggal dunia," katanya.

Dengan terungkapnya kasus pembunuhan Bilqis, polisi menduga bocah berusia 11 tahun tersebut menjadi korban ketiga dalam rangkaian kejahatan berat yang pernah dilakukan oleh tersangka.

"Jadi ananda Bilqis ini adalah korban yang ketiga," tegas Dewiana.

Menurut Kapolres, dua kasus sebelumnya terjadi cukup lama, yakni sekitar tahun 2008 dan 2012 di wilayah Kabupaten Sragen.

Namun demikian, penyidik masih melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap rekam jejak kriminal tersangka untuk melengkapi berkas perkara.

"Kasus tersebut terjadi sekitar tahun 2008 dan 2012 di wilayah Sragen," ujarnya.

Fakta bahwa tersangka merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian korban menambah perhatian publik terhadap kasus yang menewaskan Bilqis tersebut.

Baca juga: 3 Perusahaan Giorgio Antonio Pacar Sarwendah yang Ngaku CEO, Jual Parfum Lokal, Ada yang Bangkrut

Ditangkap di Sragen

Seperti diketahui, Suparman alias Bledus ditangkap oleh tim gabungan Satreskrim Polres Sragen dan Polda Jawa Tengah di rumahnya di Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, pada Selasa (9/6/2026) malam.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkap motif pelaku melakukan aksi kejahatan terhadap Bilqis adalah untuk menguasai harta benda milik korban berupa satu unit sepeda motor Honda Vario dan sebuah telepon genggam.

Menurut Kapolres, setelah melakukan aksinya, pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan membuang pakaian yang dikenakannya saat melakukan kejahatan.

Berdasarkan pengakuan tersangka, pakaian berupa kaos dan celana yang digunakan saat beraksi dibuang di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo.

Untuk memastikan keterangan tersebut, penyidik kemudian membawa tersangka ke lokasi yang dimaksud.

PENGANIAYAAN - Kondisi rumah bocah SD korban penganiayaan yang telah dipasang garis polisi di wilayah Desa Dawung Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen pada Jumat (5/6/2026) malam.
PENGANIAYAAN - Kondisi rumah bocah SD korban penganiayaan yang telah dipasang garis polisi di wilayah Desa Dawung Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen pada Jumat (5/6/2026) malam. (TRIBUN JATENG/KOMPAS.com/Agus Iswadi)

Dari hasil pencarian, seluruh pakaian yang dibuang berhasil ditemukan dan diamankan sebagai barang bukti.

"Untuk mencari pakaian yang dikenakan oleh pelaku ketika melakukan kejahatan, berdasarkan pengakuan dari pelaku bahwa setelah melakukan kejahatan tersebut pelaku membuang pakaiannya berupa kaos dan celana di sekitar Sungai Bengawan Solo. Dan sudah ketemu semua," jelasnya.

Temuan tersebut menjadi salah satu bukti penting yang memperkuat konstruksi perkara yang sedang disusun penyidik.

Barang bukti tersebut selanjutnya akan diperiksa lebih lanjut oleh tim laboratorium forensik.

Selain menemukan pakaian pelaku, polisi juga berhasil melacak keberadaan barang-barang milik korban yang sempat dibawa kabur setelah kejadian.

Sempat Jual Sepeda Motor

Kapolres mengungkapkan sepeda motor Honda Vario milik korban ternyata sempat dijual oleh pelaku kepada seseorang.

Namun polisi berhasil menelusuri transaksi tersebut dan mengamankan pihak yang membeli kendaraan tersebut untuk dimintai keterangan.

"Untuk barang bukti Honda Vario sempat dijual kepada seseorang. Orang yang membeli sudah kami amankan," kata Dewiana.

Tidak hanya sepeda motor, telepon genggam milik korban yang sebelumnya dilaporkan hilang juga berhasil ditemukan petugas.

"HP juga dijual dan sudah kami temukan," imbuhnya.

Dengan terungkapnya keberadaan barang bukti utama serta hasil pemeriksaan terhadap tersangka, polisi semakin yakin Suparman alias Bledus merupakan pelaku utama dalam kasus tersebut.

Kapolres menegaskan, hingga saat ini hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan mengarah pada kesimpulan tersangka beraksi seorang diri tanpa melibatkan pihak lain.

"Dipastikan pelaku tunggal," tegasnya.

Saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman guna melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap berikutnya.

Terkait ancaman hukuman, Kapolres menyebut tersangka dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Kalau sesuai dengan ketentuan hukum itu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Pasal 479 ayat 1 dan ayat 3, ancaman hukumannya 15 tahun penjara," kata Dewiana. 

Kronologi Pembunuhan

Kisah pilu dialami Bilqis, bocah 11 tahun asal Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Sore pukul sekitar 16.00 WIB,  ia ditemukan ibunya sudah meninggal dunia dalam kondisi yang sangat mengenaskan.

Saat itu ibunya baru pulang kerja di pabrik rokok,. Bilqis sendirian karena ayahnya Sukardi juga masih bekerja.

Bilqis yang masih mengenakan seragam pramuka bersimbah darah penuh luka bacokan. Sang ibu histeris, warga desa gempar.

Polisi menduga korban meninggal akibat tindak kekerasan berupa pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno menjelaskan, korban yang diketahui bernama Bilqis, pertama kali ditemukan oleh ibunya, Dewi, sepulang bekerja.

"Yang mengetahui pertama kali, ibu kandung korban dan dalam kondisi mengenakan baju Pramuka," kata Catur, Jumat (5/6/2026).

Polisi segera melakukan olah TKP dan membawa jasad korban ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk pemeriksaan medis.

Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan luka yang diduga bekas kekerasan.

Ia menambahkan, kondisi tubuh korban yang diduga mengalami kekerasan sudah mengering.

Perkiraan sementara, peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00–10.30 WIB.

"Yang jelas kita temukan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Namun demikian, motif daripada kejadian ini akan menjadi pendalaman kami," ujar Catur.

Ibu Histeris

Sementara itu jenazah sudah evakuasi menggunakan ambulance ke rumah sakit. 

Warga terlihat masih berada di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto membenarkan kejadian itu. Dia semula mendapatkan laporan dari warga adanya penganiayaan pada Jumat sekira pukul 16.00. Mendapatkan laporan itu, dia langsung mengecek ke lokasi. 

"Ibu sudah histeris, terus saya masuk (rumah) kondisi jenazah sepeti itulah, banyak bekas bacokan. Muka sama sini (tangan) dan sudah kering (lukanya). Tapi ada banyak bekas telapak kaki di lantai," katanya kepada Kompas.com. 

Mengetahui kondisi tersebut, Aris langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Jenar. 

(Tribunnewsmaker.com/TribunJateng.com/Msi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.