Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNABON.COM - Menyikapi tapal batas Taman Nasional Manusela yang belakangan mendapat penolakan masyarakat adat, Pemerintah Kecamatan Seram Utara menghimpun seluruh Kepala Pemerintah Negeri (KPN) atau Raja - Raja dari 12 negeri penyangga Taman Nasional Manusela.
Rapat koordinasi di Wahai, Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (10/6/2026), Pemerintah Kecamatan membuka ruang dialog guna menyikapi persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah pegunungan Seram Utara.
Hadir dalam pertemuan itu, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan para KPN dari 12 negeri dan dua kepala dusun.
Baca juga: Geger Penemuan Bayi Dengan Ari-ari di Teras Rumah Warga Dusun Kramat Tulehu
Baca juga: Bendera Belanda Terbentang di Tengah Peserta Colour Fun Walk dan Konvoi Damai Piala 2026 di Ambon