Cuaca NTB 11-17 Juni 2026: Cerah Berawan hingga Potensi Hujan Angin di 8 Wilayah
Laelatunniam June 11, 2026 04:06 PM

TRIBUNLOMBOK.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) merilis prakiraan cuaca 7 hari kedepan untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 11 hingga 17 Juni 2026.

Meskipun saat ini wilayah NTB secara umum telah memasuki musim kemarau dan dibayangi oleh potensi kekeringan di beberapa titik, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

BMKG mengingatkan pentingnya memantau analisis curah hujan, sifat hujan, serta Hari Tanpa Hujan (HTH) pada dasarian I Juni 2026 guna mengantisipasi dampak buruk maupun kerugian dalam perencanaan kegiatan ke depan.

Berdasarkan data resmi yang dikeluarkan BMKG, kondisi cuaca di NTB pada periode 11 hingga 13 Juni 2026 umumnya diprakirakan cerah hingga hujan ringan.

"Terdapat potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari di sejumlah wilayah strategis, meliputi Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima," tulis keterangan yang dirilis.

Selama periode ini, suhu udara diprakirakan berkisar antara 20°C hingga 35°C, dengan angin permukaan yang bertiup dari arah Timur ke Selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 35 kilometer per jam.

Memasuki periode 14 hingga 17 Juni 2026, karakteristik cuaca di wilayah NTB diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan, yakni tetap didominasi oleh kondisi cerah hingga hujan ringan.

Potensi hujan disertai petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari diprakirakan bergeser dan terkonsentrasi di wilayah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, dan Bima.

Suhu udara serta pergerakan angin pada pertengahan bulan Juni ini juga diprakirakan masih stabil, dengan suhu berkisar antara 20°C hingga 35°C dan kecepatan angin maksimum dari arah Timur-Selatan sebesar 35 kilometer per jam.

Menyikapi perkembangan cuaca di masa peralihan dan periode awal musim kemarau ini, masyarakat diharapkan untuk selalu menjaga kondisi kesehatan tubuh secara ekstra.

Pihak BMKG meminta publik untuk tetap bersikap responsif dan memperhatikan pembaruan informasi cuaca yang dikeluarkan secara berkala melalui kanal resmi.

Langkah antisipasi dini ini dinilai sangat krusial bagi masyarakat, pelaku sektor pertanian, maupun sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat agar dapat meminimalkan potensi kerugian materiil serta menghindari dampak dari cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.