TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, meminta seluruh unsur Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Sintang untuk tetap siaga menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan meskipun wilayah tersebut masih kerap diguyur hujan.
Pesan itu disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Koordinasi Satgas Karhutla Kabupaten Sintang yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Kamis 11 Juni 2026.
Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, para camat, Manggala Agni, Basarnas, kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), hingga para lurah.
Dalam arahannya, Bala menegaskan penanganan karhutla bukan sekadar menjalankan instruksi pemerintah, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi berbagai aset daerah.
"Rakor ini merupakan bentuk tanggung jawab kita kepada alam, lahan, hutan, dan aset kita bersama. Di sana ada perkebunan dan kawasan hutan yang harus kita jaga. Jadi yang kita pikirkan bukan hanya menjalankan perintah, tetapi menjaga keberlangsungan alam untuk masa depan," ujarnya.
Menurut Bala, langkah pencegahan harus dimulai dari evaluasi dan analisis kondisi di lapangan secara berkelanjutan.
Seluruh anggota satgas diminta aktif memantau perkembangan titik panas (hotspot), kondisi cuaca, serta tingkat kerawanan wilayah berdasarkan data meteorologi.
Baca juga: Hadapi Musim Kemarau, Bupati Kubu Raya Tekankan Kesiapan Penanggulangan Karhutla
Ia juga meminta seluruh pihak mempelajari kembali pengalaman penanganan karhutla pada tahun-tahun sebelumnya agar upaya pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan secara lebih efektif serta menghindari potensi konflik sosial di masyarakat.
"Lakukan evaluasi dan analisis data lapangan, mulai dari hotspot, kondisi cuaca hingga karakteristik lahan. Petakan wilayah rawan berdasarkan data BMKG dan pelajari pengalaman penanganan sebelumnya agar langkah yang diambil lebih tepat," katanya.
Selain pemantauan, Bala menekankan pentingnya memperkuat sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan serta pentingnya deteksi dini terhadap potensi kebakaran.
Ia juga meminta pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan pertanian dan perkebunan terus ditingkatkan. Upaya lain seperti pengelolaan sumber daya air, pemeliharaan embung, pembangunan sekat kanal, dan patroli terpadu harus berjalan secara rutin.
"Kita harus terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan karhutla. Pengawasan pembukaan lahan, manajemen air, pemeliharaan embung, sekat kanal, hingga patroli terpadu harus terus dilakukan," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sintang juga meminta seluruh pihak memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan karhutla. Pemeriksaan terhadap alat pemadam kebakaran, menara pemantau api, embung air, hingga posko siaga di tingkat kecamatan dan desa harus dilakukan secara berkala.
"Lakukan pengecekan terhadap ketersediaan dan kelayakan sarana prasarana pemadam kebakaran. Posko siaga di kecamatan maupun desa juga harus tetap aktif," ujarnya.
Menutup arahannya, Bala mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang saat ini masih didominasi hujan tidak boleh membuat seluruh pihak lengah.
Menurutnya, kesiapan menghadapi musim kemarau harus dibangun sejak sekarang agar Kabupaten Sintang mampu merespons cepat apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
"Hari ini memang masih sering hujan, tetapi kita tidak boleh menunggu musim kemarau datang baru sibuk melakukan persiapan. Kita harus selalu siap, baik personel, sarana prasarana, maupun kegiatan sosialisasi kepada masyarakat," pungkasnya.
Sebagai langkah konkret yang bisa diterapkan sebagai berkut :
Larangan Membakar Lahan
Jangan pernah membuka atau membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar, terutama saat musim kemarau atau angin kencang.
Kelola Api Unggun dengan Benar
Buat perapian di area terbuka yang jauh dari vegetasi kering. Pastikan api benar-benar padam (disiram air atau ditimbun tanah) sebelum Anda meninggalkan lokasi.
Buang Puntung Rokok dengan Aman
Selalu pastikan bara rokok sudah mati sepenuhnya dan buang di tempat sampah, bukan di semak belukar atau rumput kering.
Pembuatan Sekat Bakar
Buat parit atau jalur pemisah (sekat bakar) di sekitar area hutan atau lahan untuk menahan penyebaran api apabila terjadi kebakaran.
Perawatan Lahan Gambut
Bagi yang berada di wilayah rawan, jaga kelembapan lahan gambut dengan merawat saluran air atau kanal agar tidak mudah kering dan memicu api bawah permukaan.
Pelaporan Segera
Segera laporkan kepada pihak berwenang atau tim pemadam setempat jika Anda melihat titik api sekecil apa pun di area hutan atau lahan.