Pipa Raksasa Misterius dari China Terdampar di Pantai Jepang, Biaya Evakuasi Tembus Rp5,6 Miliar
Eko Sutriyanto June 11, 2026 02:37 PM

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Warga Prefektur Ishikawa Jepang digegerkan oleh penemuan sebuah selang (pipa) raksasa misterius dari China sepanjang sekitar 150 meter yang terdampar di pantai Kota Shika.

"Benda berukuran luar biasa besar itu membuat warga setempat terkejut dan membandingkannya dengan adegan film fiksi ilmiah," ungkap Sayama seorang warga Ishikawa kepada Tribunnews.com Kamis (11/6/2026).

Pemerintah Prefektur Ishikawa mengungkapkan bahwa benda tersebut merupakan pipa apung (floating hose) yang digunakan untuk pekerjaan pengerukan dasar laut (dredging). Pipa tersebut ditemukan terdampar di pantai Saikai Kazanashi, Kota Shika.

Dengan panjang sekitar 150 meter, diameter sekitar 2 meter, dan berat diperkirakan mencapai 300 ton, benda itu menjadi salah satu sampah laut terbesar yang pernah ditemukan di wilayah Jepang.

"Rasanya seperti melihat film science fiction," ujar salah seorang warga Ishikawa lainnya.

Warga lainnya menggambarkan benda tersebut sebagai "ular hitam raksasa" yang muncul dari laut.

Baca juga: Etika Melayat dan Menghadiri Pemakaman di Jepang, Ada Pula Pantangannya

Diduga Berasal dari China

Menurut hasil investigasi pemerintah daerah, pada badan pipa ditemukan tulisan berbahasa Inggris, nomor seri, serta nama perusahaan pembuatnya.

Penyelidikan menunjukkan bahwa pipa tersebut diproduksi oleh perusahaan China, Zebung.

Pemerintah Prefektur Ishikawa telah menghubungi perusahaan tersebut dan mengirimkan foto-foto pipa untuk membantu pelacakan asal-usulnya. Namun hingga kini identitas pemilik maupun lokasi terakhir penggunaan pipa tersebut belum diketahui.

Pihak berwenang menduga pipa itu hanyut dari wilayah barat Laut Jepang sebelum akhirnya terdampar di pesisir Ishikawa.

Menurut catatan pemerintah daerah, benda itu pertama kali terlihat mengapung di lepas pantai Pelabuhan Togi pada 17 Desember tahun lalu.

Saat itu petugas bersama Penjaga Pantai Jepang melakukan pemeriksaan dan memastikan tidak terjadi kebocoran minyak atau pencemaran lingkungan.

Namun akibat gelombang musim dingin yang sangat kuat, pada 25 Desember pipa tersebut telah terhempas ke daratan dan terdampar di pantai.

Berat pipa diperkirakan mencapai sekitar 300 ton, atau setara hampir separuh dari total sampah laut yang dikumpulkan di Prefektur Ishikawa selama satu tahun penuh.

Biaya Evakuasi Rp5,6 Miliar

Karena ukurannya yang sangat besar, proses evakuasi memerlukan operasi khusus.

Pemerintah Prefektur Ishikawa berencana memulai pembongkaran pada 15 Juni menggunakan kapal ponton besar, derek, alat berat, serta peralatan pemotong khusus.

Potongan-potongan pipa nantinya akan diangkut ke Pelabuhan Togi sebelum dibawa ke fasilitas pengolahan limbah untuk didaur ulang.

Total biaya operasi diperkirakan mencapai sekitar 50 juta yen atau lebih dari Rp 5,6 miliar.

Sebagian besar biaya tersebut akan ditanggung melalui bantuan pemerintah pusat Jepang untuk penanganan sampah laut.

Baca juga: Penyebab Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon, Kebocoran Pipa Diduga Jadi Pemicu

Beruntung Tidak Menyebabkan Kecelakaan

Warga setempat mengaku lega karena benda raksasa tersebut tidak menimbulkan kecelakaan laut.

Wilayah perairan sekitar lokasi merupakan jalur yang cukup ramai digunakan kapal nelayan untuk mencari rumput laut, wakame, dan kerang turban (sazae).

"Untung saja tidak terjadi tabrakan dengan kapal nelayan," ujar Toshikazu Matsumoto (73), mantan pelaut yang tinggal di dekat lokasi.

Kepala lingkungan setempat, Tetsuro Shoji (73), mengatakan selama ini pantai tersebut memang sering menerima sampah laut dari luar negeri, termasuk perahu kayu dan wadah plastik yang diduga berasal dari China maupun Korea Selatan.

Namun ia mengaku belum pernah melihat benda sebesar ini sebelumnya.

"Ketika pertama kali melihatnya, saya hanya bisa berkata, 'Apa ini sebenarnya?'. Bentuknya seperti ular hitam raksasa," ujarnya.

Kementerian Lingkungan Jepang menyatakan bahwa ukuran pipa tersebut belum pernah ditemukan sebelumnya dalam kasus sampah laut yang terdampar di pantai Jepang, sehingga menjadi salah satu kasus paling unik dalam beberapa tahun terakhir.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.