BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Sehari setelah naiknya harga Pertamax, Antrean panjang kendaraan kembali terlihat di sejumlah SPBU di Banjarmasin, khususnya di jalur pengisian BBM jenis Pertalite.
Sementara itu, jalur Pertamax nyaris kosong tanpa kendaraan.Banjarmasin, Kamis pagi (11/6/2026).
Di SPBU S. Parman, antrean Pertalite bahkan meluber hingga keluar area SPBU dan memakan separuh badan jalan.
Kondisi ini disebut sebagai dampak langsung dari kenaikan harga Pertamax yang berlaku sejak 10 Juni.
“Asli heh, naik lagi Pertamax. Antrean Pertalite jadi panjang sekali,” ujar Miftah, pengendara motor Mio yang ditemui di lokasi.
Baca juga: Dampak Harga Pertamax Naik di HSS Hari Ini, Antrean Pertalite di SPBU Tibung Mengular
Harga Pertamax yang sebelumnya Rp12.900 per liter kini naik menjadi Rp17.000 per liter.
Lonjakan harga tersebut membuat konsumen beralih ke Pertalite yang lebih murah, sehingga jalur Pertamax tampak sunyi.
"Kaya apa pang lagi," tambah Miftah
Petugas SPBU terlihat tetap sigap melayani meski sesekali menoleh ke arah antrean yang semakin panjang. Raut wajah lelah tidak menghalangi mereka untuk terus melayani konsumen.
Situasi serupa juga terpantau di SPBU Sabilal Muhtadin. Deretan mobil yang umumnya mengisi Pertamax kini beralih ke jalur Pertalite. Akibatnya, jalur Pertamax kosong dari antrean.
“Orang banyak beralih jadinya, tapi sampai kapan juga,” kata Rahman, warga yang ikut mengantre di lokasi.
Baca juga: Dampak Harga Pertamax Naik Mulai Terasa di HST, Plang Pertalite Habis Sempat Terpasang di SPBU
Fenomena seolah menggambarkan pola konsumsi masyarakat yang sensitif terhadap kenaikan harga BBM non-subsidi. Pertalite pun menjadi pilihan utama, meski konsekuensinya antrean semakin panjang dan waktu tunggu bertambah.
"Mau kada mau orang pindah ke Pertalite tapi sampai kapan jua bertahan subsidi ini," tambah Rahman, mengulang keluhannya. (Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)