TRIBUNBENGKULU.COM - Sebelumnya sejumlah investor Makan Bergizi Gratis (MBG) ngamuk mendatangi kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Para pengusaha yang mengaku sebagai investor proyek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG menagih pembayaran pembangunan dapur MBG, Senin (8/6/2026).
Bahkan seorang pria tampak mengamuk saat dihadang petugas keamanan di lobi kantor BGN, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.
Orang-orang yang mendatangi kantor BGN meluapkan kemarahannya dan mendesak agar dapat bertemu Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang.
Sementara itu, dua orang lainnya yang mengaku datang dari Sumatera Utara, memblokade pintu gerbang kantor BGN.
Mereka menagih janji pemerintah untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah mereka biaya dengan uang pribadi.
Mereka juga menuntut agar BGN memberikan sanksi tegas dan menutup SPPG bermasalah.
"Itu kemarin dari tanggal 12 bulan tiga ke dapur Narumonda, terus tanggal 14 bulan tiga, sampai hari ini enggak dibayar, (besarnya) Rp120 juta," kata pemasok MBG asal Sumatera Utara, Helma Sirait yang merupakan salah satu orang yang mendatangi kantor BGN, Senin.
Para investor mengaku telah membangun dapur MBG di berbagai daerah, termasuk wilayah
Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T), dengan nilai investasi mencapai miliaran rupiah.
Namun, setelah tujuh bulan berjalan, fasilitas yang telah rampung dibangun disebut belum memiliki kejelasan operasional sehingga memicu kekecewaan dan kemarahan para investor.
Situasi semakin memanas setelah muncul dugaan persoalan dana talangan proyek MBG senilai Rp218 miliar yang menyeret nama mantan pimpinan BGN.
Mereka mempertanyakan keberlanjutan dari program MBG pasca mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung).
“Selama 7 bulan, kawan-kawan dari daerah membuat dapur seharga miliaran. Sampai detik ini, tidak ada kejelasan! Kami butuh negara hadir!” ujarnya dengan nada emosional di tengah barikade hidup petugas keamanan.
Suasana semakin memanas ketika para investor menegaskan loyalitas politik mereka demi menagih janji pertanggungjawaban dari pemerintah.
Ia menekankan, kehadiran mereka murni untuk menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah terkait dana operasional yang berjalan di daerah.
“Kami butuh negara hadir! Kami tidak butuh kamu!” tegasnya.
Di tengah keriuhan tersebut, suasana nyaris tidak terkendali akibat aksi saling dorong.
Dalam bagian video lainnya tampak seorang investor berbicara dengan perwakilan BGN.
"Tidak bisa diubah, kami butuh profesionalisme.
Bapak-bapak ini orang berpendidikan, tahu peraturan perundang-undangan, perubahan itu tidak bisa saat berjalan, sebelum berjalan harus dilakukan," katanya.
Kepala BGN Buka Suara
Menanggapi soal kejadian tersebut Kepala BGN Nanik Deyang akhirnya buka suara soal investor MBG yang mengamuk dan tagih kejelasan.
Nanik menyatakan dana operasional untuk program MBG untuk sebagian SPPG sudah dicairkan Jumat (5/6/2026) lalu.
Pencairan juga dilakukan pihaknya pada Senin (8/6/2026).
Kemudian Nanik memutuskan membatasi jumlahSPPGatau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat kecamatan.
Ia menegaskan dalam satu kecamatan jumlah dapur MBG dinilai cukup maksimal enam unit agar distribusi layanan gizi dapat lebih merata dan terkendali.
Kebijakan tersebut diambil seiring langkah BGN untuk melakukan penataan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG yang kini telah berjalan di berbagai daerah.
Selain membatasi jumlah dapur, BGN juga menghentikan sementara pendaftaran dapur baru melalui kebijakan moratorium.
Menurut Nanik, saat ini pemerintah lebih memprioritaskan pembenahan sistem yang telah berjalan dibandingkan menambah jumlah dapur baru.
Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat dapat berlangsung efektif dan merata.
"Saat ini sudah ada sekitar 27.000 lebih dapur yang sudah operasional. Kami akan beresin dulu ini. Misalnya di satu kecamatan ini cukup kok enam saja. Sudah, ya enam saja," kata Nanik di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2025).
Nanik menjelaskan, pemerintah perlu terlebih dahulu memetakan kebutuhan layanan gizi di setiap wilayah sebelum kembali membuka peluang pendirian dapur baru.
Evaluasi dilakukan untuk menghindari penumpukan fasilitas di daerah tertentu yang justru berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan layanan.
Karena itu, BGN memutuskan menerapkan moratorium pendaftaran dapur MBG sambil melakukan kajian terhadap kebutuhan riil di lapangan.
Apabila dari hasil evaluasi ditemukan masih terdapat wilayah yang membutuhkan tambahan layanan, pemerintah akan kembali membuka pendaftaran.
"Jadi moratorium. Lalu apakah nanti dibuka? Kalau kemudian setelah kita lihat kurang, baru kita buka lagi pendaftarannya," ujarnya.
Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian para investor yang telah menanamkan modal untuk pembangunan dapur MBG di berbagai daerah.
Sejumlah pihak yang mengaku sebagai investor bahkan mendatangi kantor BGN guna meminta kejelasan mengenai kelanjutan proyek yang telah mereka biayai.
Mereka mengklaim telah mengeluarkan dana dalam jumlah besar, mencapai miliaran rupiah, untuk mendukung pembangunan fasilitas dapur MBG.
Nanik Disebut Terlibat Korupsi MBG
Sebelumnya tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sony Sonjaya, diklaim memiliki data 26 orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Hal itu diungkap kuasa hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief.
Menurutnya, data tersebut tersimpan di ponsel milik Sony yang kini telah disita oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung).
Bahkan, Elza menyebut jumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut bisa lebih dari 30 orang.
"(Orang yang terlibat) 26 nama dan lain-lain jadi lebih. Tapi lebih karena untuk mengetahui semua, perlu ada datanya di handphone di mana handphone itu disita oleh penyidik," katanya dikutip dari YouTube tvOne, Sabtu (6/6/2026).
Dia mengatakan terdapat bukti percakapan atau chatting yang tersimpan di ponsel milik Sony.
"Kami sudah minta untuk BAP-nya mem-backup keterangannya (Sony). Ada chatting ada di situ, ada di handphone-nya (Sony)," katanya.
Kini muncul kabar bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, masuk dalam daftar nama 26 orang yang terlibat dugaan korupsi MBG tersebut.
Elza menyebut indikasi adanya dugaan keterlibatan Nanik melalui surat yang diunggah oleh Sony di akun Instagram pribadinya pada Rabu (3/6/2026) atau sesaat setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
Adapun dalam surat tersebut, Sony berterima kasih kepada Nanik terkait 'hadiah indah' yang telah diberikan. Namun, tidak dijelaskan hadiah semacam apa yang dimaksud.
"Ya tentunya nanti akan saya sampaikan (maksud surat dari Sony kepada Nanik) karena saya sudah mengerti diberikan surat yang di-upload di Instagram Pak Sony tentang selamat kepada Ibu Nanik."
"Jadi nanti kalau misalnya diperiksa penyidik, ya silahkan beliau (Sony) mempertanggung jawabkan. (Sony akan menceritakan peran Nanik?) Ya kita kan belum sampai sana, tapi kan salah satu nama itu (Nanik) sudah disebut (oleh Sony saat diperiksa)," katanya dalam program On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews, dikutip pada Rabu (10/6/2026).