Warga di Bogor Kecewa PLN Padamkan Listrik Mendadak 5 Jam, Ikan Koi Belasan Juta Rupiah Mati Massal
Sinta Darmastri June 11, 2026 03:09 PM

 

Salah satu korban terdampak adalah Nawir (47), seorang penghuni Perumahan Kota Wisata, Cileungsi. Ia harus rela kehilangan lima ekor ikan koi kesayangannya karena sistem aerasi akuariumnya mendadak mati total akibat ketiadaan pasokan daya listrik.

"Sudah saya lakukan upaya-upaya, tapi nggak ketolong. Nggak kuat dia karena nggak ada oksigen," ujar Nawir, saat dihubungi Kompas.com, Rabu.

Kecewa PLN Minim Sosialisasi Informasi

Nawir menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan kebijakan pemadaman listrik itu sendiri. Namun, ia sangat menyayangkan sikap PLN yang sama sekali tidak memberikan informasi atau sosialisasi awal kepada masyarakat sebelum melakukan pemadaman bergilir sejak Rabu siang hingga sore hari.

Ketiadaan peringatan dini ini membuat pompa akuarium di rumahnya langsung berhenti beroperasi seketika saat wilayahnya mengalami mati lampu.

"Yang saya kecewakan sama PLN adalah ini bukan pemadaman karena kerusakan mendadak. Tapi ada masalah dan mereka harus ngurangin beban bergantian. Masalahnya itu nggak diinfoin ke kita," ucapnya.

Menurut pria yang sudah mengoleksi ikan koi selama lebih dari satu dekade ini, andai saja informasi pemadaman disampaikan lebih cepat, ia tentu bisa menyiapkan langkah mitigasi seperti menyediakan generator set (genset) atau perangkat baterai UPS (Uninterruptible Power Supply).

"Kalau saya tahu, saya bisa buru-buru beli genset, beli UPS baterai, bisa saya lakukan itu untuk antisipasi sebelum mati," ujarnya.

Baca juga: Imbas 12 Tower SUTET Rusak, Pemadaman Listrik di Sumut Molor hingga 14 Juni, PLN Kebut Perbaikan

Soroti Ketimpangan Hak dan Kewajiban Konsumen

Lebih lanjut, Nawir memprotes keras kebijakan operasional PLN yang dinilai tidak seimbang antara tuntutan kepada konsumen dan tanggung jawab moral perusahaan penyedia listrik tunggal tersebut.

"Kita kalau ada salah, kita didenda, diputus. Tapi ketika mereka yang salah, diam-diam aja. Nggak ada timbal balik, nggak fair," ujar Nawir.

Aliran listrik di kawasan Perumahan Kota Wisata, Kelurahan Limusnunggal tempat tinggal Nawir diketahui padam sejak pukul 11.00 WIB dan baru kembali normal sekitar pukul 16.00 WIB. Nawir sendiri baru mengetahui bahwa pemadaman tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemadaman bergilir antar-cluster setelah membaca pesan di grup WhatsApp RT setempat.

Baca juga: Jeritan Warga Bogor soal Mati Lampu Berhari-hari, Protes ke PLN Blackout dari Sore hingga Malam

Rugi Belasan Juta, Pilih Berpaling ke Sumber Energi Mandiri

Kejadian apes ini membuat Nawir mengalami kerugian finansial yang ditaksir mencapai Rp 15 juta. Baginya, meski ikan-ikan tersebut murni merupakan peliharaan hobi dan bukan komoditas untuk diperjualbelikan, kehilangan koleksi yang telah dirawat bertahun-tahun memberikan kekecewaan yang sangat mendalam.

Pengalaman pahit ini pun membuat Nawir kapok dan mengaku enggan untuk terus-menerus menggantungkan kebutuhan energinya secara penuh kepada PLN di masa mendatang.

"Performance-nya nggak bagus PLN ini. Jadi harus mandiri, beli genset sendiri walaupun tarif listrik terus naik," ujarnya.

"Iya, memang padamnya mulai kemarin bergilir. Nah di rumah saya, jam 11.00 WIB tadi padam. Baru hidup lagi jam 16.00 WIB. Jadi sudah saya lakukan upaya-upaya, tapi nggak ketolong, matilah semuanya. Sudah saya turunin air dan lain-lain, cuma nggak kuat dia. Nggak ada oksigen," keluh Nawir menutup pembicaraan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.