Tingkatkan Kapasitas Aparatur Perhubungan, BPTD Kelas II Papua Gelar Bimtek di Biak Numfor
Astini Mega Sari June 11, 2026 04:29 PM


Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA, BIAK NUMFOR - Upaya peningkatan pelayanan transportasi darat di wilayah Papua terus dilakukan pemerintah pusat melalui penguatan kapasitas aparatur di daerah.

Salah satunya melalui bimbingan teknis (bimtek) bidang lalu lintas dan angkutan jalan yang digelar Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Papua di Kabupaten Biak Numfor dengan melibatkan peserta dari empat kabupaten yakni Kabupaten Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, dan Waropen.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta menerima materi teori terkait regulasi transportasi darat dan pada hari kedua melakukan praktik lapangan untuk melihat langsung penerapan teknis di ruas jalan.

Baca juga: Konvoi Warga Biak Satukan Berbagai Pendukung Piala Dunia 2026 

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Papua, Endy Irawan, mengatakan bimtek tersebut menjadi bagian dari tugas pembinaan Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Dinas Perhubungan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai regulasi serta teknis penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan agar aparatur di daerah memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mendukung pelayanan transportasi kepada masyarakat.

“Tujuan kami meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM pada bidang lalu lintas dan angkutan jalan, termasuk memberikan pemahaman terkait regulasi dan aturan teknis,” ujarnya di Biak, Kamis (11/6/2026).

Endy mengatakan BPTD Kelas II Papua merupakan perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dengan wilayah kerja meliputi Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. 

Sejak 2023, kata dia, wilayah kerja Papua dan Papua Barat telah dipisahkan sehingga pelayanan pembinaan transportasi darat dapat lebih fokus.

Menurut Endy, penyelenggaraan transportasi darat di Papua memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis yang luas dan sebagian wilayah masih tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

Karena itu, pemerintah terus memberikan dukungan melalui layanan angkutan perintis bersubsidi guna membantu mobilitas masyarakat.

Baca juga: Terkendala Anggaran, Biak Numfor Terpaksa Tunda Penyerahan SK CPNS

Ia menambahkan, pengembangan layanan transportasi juga perlu disesuaikan dengan kondisi infrastruktur jalan dan situasi di lapangan agar pelayanan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat, termasuk melalui angkutan perintis di beberapa wilayah,” kata Endy.

Untuk Kabupaten Biak Numfor sendiri, pemerintah saat ini telah menghadirkan layanan angkutan perintis melalui DAMRI yang melayani wilayah Biak, Pulau Numfor hingga Supiori. 

Selain itu, pemerintah juga sedang merencanakan pengembangan trayek lintas batas negara dari Jayapura menuju Papua Nugini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Biak Numfor, Simon Rumaropen, menyampaikan apresiasi kepada BPTD Kelas II Papua atas pelaksanaan Bimtek tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu sangat penting dalam meningkatkan kualitas aparatur perhubungan di daerah.

Simon mengatakan melalui kegiatan tersebut para kepala bidang dan kepala seksi di lingkungan Dinas Perhubungan dapat memahami dasar-dasar teknis pelaksanaan transportasi darat, termasuk penghitungan pada ruas jalan yang menjadi bagian dari tugas pelayanan di lapangan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.