TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kepadatan kendaraan di jalan Banyumas-Mandirancan diprediksi meningkat saat penutupan Jembatan Serayu di Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diberlakukan.
Jalan kabupaten dengan lebar terbatas itu diperkirakan akan menerima limpahan kendaraan cukup besar selama proses perbaikan jembatan berlangsung.
Untuk mengukur dampak tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas akan melaksanakan uji coba penutupan Jembatan Serayu, Jumat (12/6/2026).
Uji coba dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan perbaikan Jembatan Serayu yang dijadwalkan berlangsung 15 Juni hingga 30 Juli 2026.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Banyumas, Arif Akhmadi mengatakan, uji coba penutupan akan dilaksanakan dalam dua sesi.
"Uji coba penutupan Jembatan Serayu akan dilakukan pukul 08.00-11.00 WIB dan pukul 16.00-18.00 WIB," kata Arif, Kamis (11/6/2026).
Selama pelaksanaan uji coba tersebut, seluruh kendaraan tidak diperbolehkan melintasi Jembatan Serayu.
Arif menjelaskan, kendaraan kecil dari arah Kebumen maupun Banjarnegara menuju Purwokerto atau sebaliknya, akan dialihkan melalui ruas jalan kabupaten ruas Mandirancan-Banyumas.
"Untuk kendaraan besar dari arah Kebumen menuju Purwokerto atau sebaliknya, dialihkan melalui jalan nasional ruas Buntu-Sampang-Rawalo-Purwokerto," jelasnya.
Baca juga: Besok, Uji Coba Penutupan Jembatan Serayu Banyumas Dilakukan. Lalu Lintas Pagi dan Sore Dialihkan
Sedangkan kendaraan besar dari arah Banjarnegara menuju Purwokerto maupun sebaliknya, diarahkan melalui jalur Klampok-Banjarnegara.
"Uji coba dilakukan untuk memberikan gambaran pelaksana pekerjaan (perbaikan jembatan) seperti apa."
"Di sisi kami untuk memberi gambaran nanti saat penutupan, misal terjadi hambatan, antisipasi apa yang harus dilakukan," ujar Arif.
Berbeda dengan kendaraan besar, mobil pribadi dan sepeda motor masih diperbolehkan melintas melalui ruas Banyumas-Mandirancan-Papringan selama penutupan jembatan berlangsung.
Dishub Banyumas mengakui, jalur alternatif tersebut berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan.
Namun, Arif belum dapat memprediksi secara pasti besaran peningkatan arus lalu lintas yang akan terjadi.
"Kami belum bisa memprediksi peningkatannya berapa persen."
"Kebetulan, teman-teman dari Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman juga memiliki perhatian terhadap penutupan ini dan sedang melakukan kajian," ujarnya.
Menurut Arif, perhatian utama justru tertuju pada ruas jalan kabupaten yang memiliki kapasitas terbatas.
"Yang kami khawatirkan justru ruas Banyumas-Mandirancan."
"Dengan lebar jalan yang ada sekarang, kemungkinan akan menerima limpahan kendaraan cukup besar."
"Ini yang perlu kami antisipasi dari sisi keselamatan maupun kapasitas jalan," katanya.
Untuk mengantisipasi masuknya kendaraan besar ke ruas jalan alternatif Banyumas-Mandirancan, Dishub Banyumas telah memasang portal pembatas setinggi 2,1 meter.
Selain itu, sejumlah rambu petunjuk arah dan papan informasi lalu lintas juga telah dipasang di berbagai simpang strategis.
Baca juga: Pemuda Sokaraja Banyumas Rampas 8 HP Milik Sekumpulan Remaja, Pura-pura Cek Keterlibatan Geng Motor
Ia mengakui beberapa portal sempat mengalami kerusakan, namun telah diperbaiki kembali.
Arif menegaskan kendaraan besar tidak diperbolehkan melintasi jalan kabupaten karena berpotensi merusak infrastruktur sekaligus membahayakan keselamatan masyarakat.
"Kalau kendaraan besar masuk ke sana, bukan hanya jalannya yang tidak kuat, tetapi aspek keselamatan masyarakat juga menjadi perhatian."
"Kawasan yang biasanya tidak ramai bisa menjadi padat oleh kendaraan besar," katanya.
Arif memastikan, penutupan penuh Jembatan Serayu tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal semula, yakni mulai 15 Juni hingga 30 Juli 2026.
Menurut dia, waktu pelaksanaan perbaikan telah dipilih seminimal mungkin untuk mengurangi dampak terhadap aktivitas masyarakat.
"Penutupan dilakukan sesuai rencana awal. Waktu pelaksanaan perbaikan sudah seminimal mungkin."
"Kami pilih tanggal tersebut juga dengan pertimbangan bertepatan dengan libur sekolah," ujarnya.
Ia kembali menjelaskan, pemilihan periode penutupan dilakukan karena bertepatan dengan masa libur sekolah sehingga mobilitas pelajar relatif berkurang.
"Kami memilih waktu yang dampaknya paling kecil bagi masyarakat.
Saat libur sekolah, aktivitas pelajar berkurang sehingga gangguan terhadap mobilitas masyarakat bisa diminimalkan," katanya.
Jembatan yang menjadi salah satu jalur penghubung penting Purwokerto-Yogyakarta itu harus diperbaiki karena kondisi pelat lantai jembatan sudah mengalami keropos dan memerlukan penanganan segera.
Selama masa penutupan, tidak akan disediakan jembatan darurat di sekitar lokasi.
Dishub Banyumas berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan uji coba maupun penutupan Jembatan Serayu dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. (*)