Akhir Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih di Ende NTT, Alat Berat Rusak Bangunan SD
Nanda Lusiana Saputri June 11, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan program Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk puluhan ribu koperasi modern berbasis digital di seluruh desa Indonesia.

Koperasi ini berfungsi sebagai pusat layanan terpadu yang menyediakan sembako, apotek, hingga fasilitas penyimpanan hasil tani guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.

Pada Jumat (5/6/2026) lalu beredar video SDN Wolomoni di Desa Niawula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak akibat pembangunan KDMP.

Lokasi pembangunan berada di belakang sekolah sehingga alat berat merusak bangunan sekolah.

Perusakan fasilitas pendidikan ini dilaporkan warga bernama Maximus P. Rhera ke polisi pada Minggu (7/6/2026).

"Iya, saya sudah buat laporan polisi mengenai kasus pengrusakan di SDN Wolomoni, saya laporkan pengrusakan fasilitas atau sarana sekolah yang kalau di media sosial kan kita lihat ada yang potong tiang di teras itu dengan ada teras yang mereka gusur," ucap pelapor, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, pembangunan KDMP dapat mengganggu proses belajar anak-anak dan belum mendapat izin dari Dinas Pendidikan.

Baca juga: Prabowo Sebut Kopdes Merah Putih Ciptakan 18 Ribu Lapangan Kerja: Hanya Boleh Diisi Warga Setempat

"Makanya saya melihat bahwa jika tanpa izin mereka melakukan pembongkaran tiang sampai gusur tanah itu sudah nyata tindak pidana pengrusakan, kalau memang ada ijin berarti pembongkaran itu atas izin yang berhak di sekolah itu, ternyata tidak ada ijin makanya berani melaporkan itu," katanya.

Kini, polemik tersebut telah berakhir setelah pemerintah desa memindahkan lokasi pembangunan KDMP.

Musyawarah digelar di Kantor Desa Niowula pada Rabu (10/6/2026) dihadiri pemdes, tokoh adat, tokoh masyarakat, unsur Pemkab Ende, aparat keamanan, hingga anggota DPRD Kabupaten Ende.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Niowula, Fabianus Dau, menerangkan program KDMP di Desa Niowula tetap dilanjutkan di lokasi yang berbeda.

“Polemik yang kemarin di Niowula sudah selesai. Lahan itu batal untuk KDMP. Sekarang kita berkumpul di sini bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mencari lahan baru,” tandasnya, dikutip dari TribunFlores.com.

Dalam musyawarah belum ditentukan lokasi baru pembagunan KDMP.

“Kami akan membicarakan kembali sebelum memutuskan hal ini karena tanah di desa ini sudah terbagi semua,” imbuhnya.

Baca juga: Prabowo Sambangi Kopdes Merah Putih di Nganjuk: Ini Enggak Akan Dianggap Bersaing dengan Alfamart?

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (UKM) Kabupaten Ende, Valentinus Majurutu, menyatakan pihak vendor telah mengeluarkan alat beratnya dan perbaikan bangunan sekolah dilakukan.

"Sebenarnya bukan penggusuran, itu lebih pada pekerjaan teknis di lapangan karena ekskavator tidak bisa lewat. Jadi dia harus sedikit membongkar semen lantai, sehingga ekskavator bisa lewat," tukasnya.

Ia menambahkan penentuan lokasi pembangunan KDMP di setiap daerah diatur oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

"Kami kembalikan kepada forum desa, dalam hal ini kepala desa melalui para tokoh masyarakat, tokoh adat, para pemilik lahan, dan warga sekitar untuk melakukan musyawarah," ucapnya.

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunFlores.com/Albert)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.