Daya Tampung SMP Surplus 2.000 Kursi, Dewan Buleleng Minta Orang Tua Tak Perlu Kejar Sekolah Favorit
Ngurah Adi Kusuma June 11, 2026 07:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, meminta masyarakat tidak terpaku pada sekolah yang dianggap favorit dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Ini karena daya tampung sekolah di Buleleng dinilai masih mencukupi untuk menampung seluruh peserta didik baru.

Ngurah Arya mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki, daya tampung sekolah jenjang SD dan SMP di Buleleng masih sangat tersedia. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan kursi sekolah. Sebab ia yakin seluruh siswa dapat tertampung selama proses penerimaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kalau melihat kondisi di Buleleng, dari sediaan sekolah dan rombongan belajar yang ada, sebenarnya untuk SMP kita masih surplus sekitar 2.000 anak. Sementara untuk SD, kalau dibandingkan dengan jumlah lulusan TK, masih ada sekitar 6.000 slot yang tersedia," ujarnya Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Hoaks! Kodam IX/Udayana Tolak Isu Penggusuran SDN Neowula Untuk Pembangunan Kopdes Merah Putih

Ngurah Arya menilai persoalan yang masih sering muncul saat penerimaan siswa baru, lebih banyak dipengaruhi oleh anggapan adanya sekolah favorit dan nonfavorit. 

Padahal menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh nama sekolah.

Ia menegaskan seluruh sekolah di Buleleng memiliki tenaga pendidik yang kompeten serta didukung infrastruktur yang terus mengalami peningkatan. 

Karena itu, orang tua diharapkan lebih mempertimbangkan sekolah yang dekat dengan tempat tinggal dibanding memaksakan anak masuk ke sekolah tertentu.

Baca juga: Antisipasi Debit Air Menurun Saat Jam Sibuk, Damkar Denpasar Lengkapi Semua Pos Dengan Ground Tank

"Jangan sampai ada anggapan bahwa lahirnya anak yang hebat ditentukan oleh sekolah favorit atau nonfavorit,”

“Semua sekolah baik, gurunya juga memiliki kapasitas dan kemampuan yang memadai untuk mendidik anak-anak menjadi generasi yang cerdas," katanya.

Politisi asal Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak itu juga mengingatkan para orang tua agar memberikan pemahaman yang baik kepada anak, apabila tidak diterima di sekolah yang diinginkan. 

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan juga keluarga dan lingkungan masyarakat.

Selain itu, Ngurah Arya menilai sistem SPMB 2026 secara umum sudah berjalan baik karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih sekolah sesuai jalur yang tersedia. 

Baca juga: Disdikpora Jembrana Uji Coba Aplikasi SPMB, Penerimaan Murid Baru Mulai Akhir Juni

Namun, ia mengakui masih ada sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya memahami mekanisme dan kriteria dalam proses seleksi.

Karena itu, ia berharap sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat memahami aturan yang berlaku dan tidak menimbulkan kesalahpahaman selama proses penerimaan berlangsung.

Di sisi lain, Ngurah Arya juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk tidak melakukan intervensi dalam proses penerimaan siswa baru. 

Ia menyinggung Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 7 Tahun 2026 yang mengingatkan agar tidak ada praktik titip-menitip siswa maupun penyalahgunaan jabatan dalam proses penerimaan peserta didik.

"Jangan sampai ada intervensi atau titipan ke sekolah karena kita memiliki jabatan atau kewenangan tertentu. Semua pihak harus menghormati aturan yang berlaku agar proses SPMB berjalan adil dan transparan," tegasnya. (mer)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.