Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Polres Sragen masih mendalami berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan hubungan khusus antara Suparman alias Bledus, pelaku pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11), dengan ayah tiri korban.
Belakangan, sejumlah unggahan di media sosial menarasikan adanya kedekatan antara tersangka dengan ayah tiri Bilqis.
Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan kebenaran informasi tersebut karena masih dalam tahap pendalaman.
"Terkait isu yang beredar di media sosial mengenai hubungan antara ayah tiri korban dan pelaku, itu masih kami dalami lebih lanjut," ujar Dewiana, Kamis (11/6/2026).
Menurut Kapolres, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa pelaku memang telah lama mengenal ayah tiri korban.
Namun, hubungan keduanya sejauh ini diketahui sebatas teman lama.
"Hasil penyelidikan kami kemarin bahwa pelaku ini memang kawan lama dari ayah tiri korban. Jadi memang saling kenal," jelasnya.
Karena hubungan pertemanan tersebut, pelaku juga diketahui pernah beberapa kali datang ke rumah korban sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.
"Pelaku pernah datang ke rumah korban di lokasi kejadian perkara ini," kata Dewiana.
Baca juga: Kronologi Pembunuhan Bilqis di Sragen Terungkap, Pelaku Pinjam Sabit Sebelum Habisi Korban
Kapolres menjelaskan, keluarga korban baru menempati rumah yang menjadi lokasi kejadian perkara (TKP) sejak awal Ramadhan lalu setelah pindah dari tempat tinggal sebelumnya.
"Kebetulan keluarga korban baru pindah ke rumah yang menjadi TKP ini sekitar awal bulan puasa yang lalu," ujarnya.
Sebelum melakukan aksi pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan Bilqis meninggal dunia, pelaku disebut sempat mendatangi rumah tersebut dan mengetahui kondisi lingkungan sekitar.
Meski demikian, hingga saat ini hasil penyidikan masih mengarah pada motif ekonomi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga melakukan aksinya untuk menguasai barang berharga milik korban.
"Motifnya karena memang pelaku ingin menguasai harta yang dimiliki korban saat itu, yaitu sepeda motor dan satu unit handphone milik korban," tegas Dewiana.
Setelah melakukan kekerasan terhadap korban, pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor Honda Vario milik keluarga korban beserta telepon genggam yang disimpan di dalam jok kendaraan.
"Sehingga pelaku membawa lari sepeda motor dan juga handphone milik korban," jelasnya.
Baca juga: Detik-detik Terakhir Pembunuhan Bilqis di Sragen, Ambilkan Sabit untuk Pelaku yang Sudah Dikenalnya
Dari hasil penyelidikan, sepeda motor tersebut diketahui sempat dijual pelaku kepada seseorang dengan harga Rp1 juta.
Sementara handphone milik korban juga sempat berpindah tangan.
Saat ini, kedua barang bukti tersebut telah berhasil diamankan oleh kepolisian.
Polisi masih terus mendalami keterangan para saksi dan tersangka, termasuk
(*)