Siasat Manis Eks Jukir Bandara Raup Rp4 Miliar Lewat Bisnis Tiket Fiktif
Jamadin June 11, 2026 04:30 PM

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KUBU RAYA - Ruang interogasi Satuan Reserse Kriminal Polres Kubu Raya kini menjadi saksi bisu runtuhnya panggung sandiwara seorang wanita berinisial AS. 

Di usianya yang baru menginjak 29 tahun, AS sukses melakoni peran sebagai "arsitek" penipuan kelas kakap, menyulap angan-angan keuntungan menjadi pundi-pundi rupiah fiktif hingga meraup angka fantastis: Rp 4 miliar.

Nilai yang luar biasa untuk sebuah aksi silap mata yang memanfaatkan asa dan ketamakan manusia.

Berbekal iming-iming keuntungan instan berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 800 ribu per transaksi penjualan tiket pesawat, AS dengan mudah menjaring para korban yang tergiur jalan pintas menuju kekayaan.

Dari Pelataran Parkir ke Panggung Penipuan Ulung

Siapa sangka, rekam jejak AS nyatanya jauh dari gemerlap bisnis aviasi. Wanita ini merupakan mantan juru parkir di kawasan bandara internasional supadio.

Namun, jalanan tampaknya telah menempanya menjadi orator ulung yang memikat.

Dengan lihai, ia memanfaatkan status masa lalunya untuk membangun narasi palsu seolah memiliki 'akses orang dalam' dan jaringan kuat di industri penerbangan.

Gaya bicaranya yang meyakinkan bak pebisnis mapan sukses membius puluhan korban.

Mereka berbondong-bondong menyerahkan modal, terbuai oleh manisnya janji keuntungan yang mengalir dari mulut manis AS.

Baca juga: 6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Sosok AS Dalang Penipuan Tiket Pesawat Online di Kubu Raya

Saat ini, panggung sandiwara itu telah roboh. Belasan korban dan saksi bergiliran memasuki ruang penyidikan Tim Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Kubu Raya, membongkar satu per satu pos pengeluaran yang berujung pada kerugian massal.

Polisi Jamin Penyidikan Profesional dan Transparan

Menyikapi skandal yang mengguncang publik Kubu Raya, Kalimantan Barat ini, Wakapolres Kubu Raya, Kompol Andri Sahroni, melalui Kasubsie Penmas, Aiptu Ade, menegaskan bahwa kepolisian bergerak cepat dan tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan finansial seperti ini.

"Kami memastikan bahwa proses hukum berjalan di atas koridor yang obyektif, transparan, dan akuntabel. Tim Tipidter Satreskrim Polres Kubu Raya tengah bekerja secara intensif, mengumpulkan alat bukti, serta memeriksa keterangan saksi maupun korban secara komprehensif. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Penyelidikan ini akan kami tuntaskan secara profesional hingga berstatus inkrah di pengadilan," tegas Ade dalam keterangannya, Kamis 11 Juni 2026.

 Memburu Aliran Dana dan Jaringan Tersembunyi

Polisi meyakini angka Rp 4 miliar bukanlah jumlah yang sedikit untuk ditelan sendiri oleh seorang mantan juru parkir dalam waktu singkat.

 Saat ini, penyidik tengah berupaya keras membuka 'Kotak Pandora' guna melacak ke mana saja aliran dana jumbo tersebut mengalir.

Apakah uang miliaran tersebut telah berubah bentuk menjadi aset mewah, atau justru mengalir ke kantong pihak lain?

Penyidikan kini diarahkan untuk menguliti struktur kejahatan ini hingga ke akarnya. Polisi tengah mendalami potensi keterlibatan tersangka lain.

Pasalnya, modus operandi yang dijalankan AS terbilang sangat rapi dan sistematis sebuah indikasi kuat adanya sokongan jaringan atau sindikat yang terorganisir di belakang layar.

Kini, Tim Tipidter Satreskrim Polres Kubu Raya tengah berkejaran dengan waktu.

Detik demi detik digunakan penyidik untuk merangkai remah-remah alat bukti, memecahkan teka-teki misteri, dan membongkar labirin kejahatan tiket pesawat Rp 4 miliar ini demi tegaknya keadilan bagi para korban. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.