BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Isu keberlanjutan atau sustainability tidak lagi hanya menjadi pembahasan kalangan akademisi.
Pemerintah, dunia usaha, media hingga pelaku UMKM saat ini dituntut memiliki perspektif yang sama dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
Hal itu menjadi fokus dalam The 7th International Conference on Advances in Sustainable Enterprise Research (ASER) yang digelar di Lecture Theatre Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kamis (11/6/2026).
Mengusung tema “From Insight to Action: Advancing Sustainability across Society, Industry & Policy”, konferensi internasional tersebut menghadirkan akademisi dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas implementasi keberlanjutan dari berbagai sektor.
Dekan FISIP ULM, Irwansyah mengatakan konferensi ASER tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketujuh dan ULM mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah.
Menurutnya, isu keberlanjutan sengaja dipilih karena menjadi tantangan yang harus dijawab secara kolaboratif oleh berbagai pihak.
“Bagaimana sustainability itu dilihat oleh akademisi, kemudian dari perspektif media, dari perspektif government, dan kami juga mengundang UMKM. Jadi bagaimana perspektif sustainability ini dilihat berbagai sektor, itu yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Baca juga: Pengamat Hukum UNISKA Soroti Potensi Penyalahgunaan BBM Subsidi di Tengah Lonjakan Antrean Pertalite
Tak hanya menghadirkan diskusi panel, konferensi tersebut juga menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teman keberlanjutan.
Irwansyah menambahkan, penyelenggaraan konferensi internasional juga menjadi bagian dari upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, sekaligus memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa.
“Untuk mahasiswa tentu memberikan pengetahuan. Selain itu, salah satu indikator kinerja utama perguruan tinggi adalah kemampuan menyelenggarakan konferensi yang bersifat internasional,” tuturnya.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah dari luar negeri. Dari kalangan internasional, ada Prof Kenta Gishi asal Jepang, Prof Louie A Divinagracia dan Prof Maria Rochelle dari Filipina.
Selain menjadi ruang pertukaran gagasan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari strategis internasionalisask kampus.
Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri menilai, penyelenggaraan konferensi internasional tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun kolaborasi global sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi.
“Ini merupakan salah satu kegiatan strategis dalam rangka menjalin hubungan kerja sama internasional antar berbagai perguruan tinggi yang ikut serta pada konferensi kali ini, baik perguruan tinggi dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Menurutnya, semakin banyak forum internasional yang diselenggarakan di lingkungan kampus akan semakin memperkuat posisi ULM di tingkat nasional maupun global.
“Ke depan saya semakin optimis bahwa Universitas Lambung Mangkurat akan semakin memantapkan diri sebagai salah satu perguruan tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)