TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Keselamatan berkendara bukan hanya soal kemampuan mengendalikan kendaraan.
Tetapi juga tentang kebiasaan yang diterapkan setiap kali berada di jalan.
Banyak kecelakaan lalu lintas terjadi akibat kelalaian yang sebenarnya dapat dicegah melalui tindakan sederhana.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), Wanny mengatakan budaya keselamatan harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Dengan menerapkan perilaku berkendara yang aman, risiko kecelakaan bagi pemotor dapat diminimalkan.
"Membangun budaya keselamatan berkendara tidak harus dari langkah yang benar," kata Wanny di Makassar, Kamis (11/6/2026).
Berikut lima kebiasaan sederhana yang bisa membantu mencegah kecelakaan di jalan:
Baca juga: Cara Mencegah Aki Motor Cepat Soak, Hindari 3 Kesalahan Ini
1. Gunakan Helm Berstandar SNI
Helm merupakan perlindungan utama bagi pengendara maupun pembonceng sepeda motor.
Penggunaan helm berstandar SNI dapat mengurangi risiko cedera serius pada kepala saat terjadi kecelakaan.
Karena itu, pastikan helm digunakan dengan benar dan tali pengamannya terpasang dengan baik sebelum memulai perjalanan.
2. Perlengkapan Berkendara
Selain helm, pengendara juga dianjurkan menggunakan jaket, celana panjang, sarung tangan, dan sepatu.
Perlengkapan tersebut berfungsi melindungi tubuh dari benturan maupun gesekan apabila terjadi insiden di jalan.
Masih banyak pengendara yang menganggap perlengkapan berkendara hanya sebagai pelengkap penampilan.
"Padahal fungsinya sangat penting untuk keselamatan," ujar Wanny.
3. Tetap Fokus saat Berkendara
Kehilangan konsentrasi selama beberapa detik saja dapat berakibat fatal.
Pengendara sebaiknya menghindari penggunaan ponsel, bercanda berlebihan, atau aktivitas lain yang dapat mengganggu fokus selama perjalanan.
Fokus yang baik membantu pengendara lebih cepat merespons kondisi lalu lintas dan potensi bahaya di sekitar.
4. Patuhi Aturan Lalu Lintas
Mematuhi rambu-rambu, marka jalan, dan lampu lalu lintas merupakan langkah sederhana yang sering diabaikan.
Padahal, aturan tersebut dibuat untuk menjaga ketertiban dan keselamatan seluruh pengguna jalan.
Disiplin berlalu lintas juga mencerminkan sikap bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.
5. Teknik Berboncengan yang Aman
Baik pengendara maupun pembonceng memiliki risiko yang sama ketika terjadi kecelakaan.
Karena itu, penting memahami cara berboncengan yang benar.
Mulai dari posisi duduk yang aman, cara naik dan turun kendaraan, hingga menjaga keseimbangan selama perjalanan.
Komunikasi yang baik antara pengendara dan pembonceng juga dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih nyaman dan aman.
(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)