Pemkab Tana Tidung Siapkan 20 Hektare Lahan Bagi IAIN, Luasannya Melebihi yang Pernah Disampaikan
Junisah June 11, 2026 08:38 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Pemkab Tana Tidung memastikan lahan yang disiapkan untuk mendukung rencana pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara mencapai 20 hektare dalam satu hamparan kawasan.

Luasan lahan tersebut lebih besar dari informasi sebelumnya yang ia sampaikan dengan menyebutkan lahan yang disiapkan sekitar 5 hektare.

Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menyampaikan, setelah dilakukan konfirmasi kembali kepada tim yang menangani persiapan pendirian IAIN, diketahui lahan yang telah disiapkan pemerintah daerah mencapai 20 hektare.

Tim tersebut terdiri dari Sekretaris Daerah, Kementerian Agama Kabupaten Tana Tidung dan Asisten I Setkab Tana Tidung.

Baca juga: Kehadiran IAIN Penting bagi Daerah, Pemkab Tana Tidung Siapkan Hibah Lahan 5 Hektare di Puspem

"Sebelumnya saya bilang 5 hektare. Yang mengurusnya kemarin kan timnya Pak Sekda, Kemenag Tana Tidung dan Asisten I. Setelah dikonfirmasi ternyata kita menyiapkan lahan 20 hektare," ujar Ibrahim Ali kepada Tribun kaltara.com, Kamis (11/6/2026).

Ia katakan, lahan seluas 20 hektare tersebut berada dalam satu hamparan kawasan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Tana Tidung yang disiapkan khusus untuk mendukung pembentukan IAIN.

"20 hektare itu satu hamparan di Puspem untuk mendukung terbentuknya IAIN di Kabupaten Tana Tidung," katanya.

Ibrahim Ali menjelaskan, sebelum pembangunan kampus permanen dapat dilakukan, pemerintah daerah terlebih dahulu harus memperoleh persetujuan dari Kementerian Agama RI.

Apabila persetujuan tersebut telah diterbitkan, maka tahap awal yang akan dilakukan adalah membuka kampus persiapan untuk menerima mahasiswa baru sembari menunggu pembangunan kampus utama selesai.

"Sebelum dibangun kampusnya kan kita harus ada persetujuan dari Kementerian Agama dulu. Ketika sudah ada persetujuan, harus ada kampus persiapan mungkin untuk penerimaan angkatan pertama mahasiswa dan mahasiswinya," jelasnya.

Sebagai bentuk kesiapan daerah, Pemkab Tana Tidung telah menyiapkan bangunan yang dapat digunakan sementara sebagai kampus persiapan.

Baca juga: Kehadiran IAIN Dinilai Bisa Dorong Ekonomi Daerah, Kemenag Tana Tidung Siap Gandeng UIN Samarinda

Lokasi yang disiapkan berada di kawasan bekas boarding school SMP Negeri Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung di Kecamatan Sesayap Hilir.

Menurut Ibrahim, sejumlah gedung yang saat ini tidak digunakan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perkuliahan awal.

"Sebelum ini dibangun kita sudah menyiapkan lokasi pemanfaatan bangunan gedung yang dipakai untuk kampus STAIN atau IAIN ini, yaitu di bekas boarding school di SMPN TU 2 Tana Tidung yang ada di Sesayap Hilir," bebernya.

Ia menilai lokasi tersebut cukup mendukung karena telah memiliki sejumlah fasilitas yang bisa langsung digunakan.

"Kan ada beberapa gedung yang kosong itu bisa kita siapkan untuk digunakan. Jadi kita memanfaatkan gedung yang sudah ada, apalagi di sana sudah ada masjidnya," ucapnya.

Terkait waktu penggunaan kampus persiapan, ia menuturkan seluruhnya bergantung pada kapan persetujuan pendirian perguruan tinggi diterbitkan oleh Kementerian Agama.

Menurutnya, kampus persiapan diperlukan karena pembangunan kampus permanen tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat.

"Kapan digunakan ya tergantung kapan persetujuan. Karena pembangunan kampus IAIN kan perlu waktu, tidak mungkin hari ini dibangun besok sudah selesai. Paling tidak setahun atau dua tahun, maka ada kampus persiapan jadi tetap menerima mahasiswa dulu," tuturnya.

Ia menambahkan, selama proses pembangunan kampus permanen berlangsung, kegiatan perkuliahan tetap dapat berjalan dengan memanfaatkan bangunan yang telah disiapkan pemerintah daerah.

"Dalam kampus persiapan menerima mahasiswa tahun ajaran pertama dan tahun ajaran kedua, kita siapkan gedung yang ada," tambahnya.

Ibrahim menegaskan, penyediaan lahan dan bangunan sementara tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung untuk menjadi tuan rumah perguruan tinggi keagamaan negeri di Kalimantan Utara.

Menurutnya, selama bertahun-tahun usulan peningkatan status STAIN menjadi IAIN belum terealisasi karena belum ada daerah yang benar-benar siap menyediakan kebutuhan dasar yang dipersyaratkan.

"Itu tawaran kita agar meyakinkan Kementerian Agama bahwa kita serius mau jadi tuan rumah. Karena STAIN ini kan sudah bertahun-tahun dimintakan menjadi IAIN dan tidak ada pemerintah daerah yang siap, tapi kita Pemerintah Kabupaten Tana Tidung siap," tegasnya.

Ia juga menyebut kesiapan lahan yang dimiliki Tana Tidung menjadi salah satu keunggulan dibanding daerah lain yang juga berminat menjadi lokasi pengembangan IAIN.

"Katanya kan Bulungan juga siap, cuma hamparannya terpisah-pisah dan hanya 15 hektare yang disiapkan. Tapi kita 20 hektare satu hamparan, tidak ada masalah sertifikat langsung kita serahkan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ibrahim berharap kehadiran IAIN nantinya tidak hanya meningkatkan akses pendidikan tinggi di Tana Tidung, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah.

Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung peningkatan kapasitas daerah, termasuk dalam aspek penilaian pemerintah pusat.

"Harapan kita seperti itu. Kenapa Tana Tidung harus kita support untuk bicara tentang perguruan tinggi, karena ini juga menambah nilai kita dalam penghitungan nilai DAU," pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.