Laporan Arie Puji Waluyo
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA — Presenter kondang yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mendadak menjadi perbincangan publik.
Namanya disebut oleh seorang saksi di pengadilan dalam kasus dugaan suap Bea Cukai yang melibatkan PT Blueray Cargo.
Merasa difitnah, Raffi Ahmad langsung bergerak cepat. Didampingi oleh pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, Raffi dengan lantang membantah segala tuduhan keterlibatannya dalam kasus tersebut.
Baca juga: Geram Namanya Terseret Kasus Suap Bea Cukai, Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris
Langsung Minta Petunjuk Istana
Mengetahui namanya terseret dalam persidangan, suami Nagita Slavina ini mengaku sangat terkejut. Menyadari posisinya yang kini berada di dalam lingkar pemerintahan, ia tidak mau tinggal diam dan langsung menghubungi pihak Istana Negara untuk meminta petunjuk.
"Pas tahu kaget lah, karena ini fitnah," kata Raffi Ahmad ketika ditemui di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).
"Saya hubungi Seskab Teddy dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco buat minta bantuan. Akhirnya dikasih saran, cari pengacara top buat membersihkan nama saya pribadi dan keluarga," ucap pria berusia 39 tahun ini.
Raffi menegaskan, sikap tegasnya kali ini berbeda dengan masa lalunya saat ia masih murni berprofesi sebagai artis yang seringkali mengabaikan rumor.
"Kalau dulu saya masih jadi artis, saya cuek aja. Cuma karena sekarang ada di Pemerintahan, ya saya harus jawab isu ini biar gak jadi bola liar," jelasnya.
"Kalau saya sama sekali tidak takut, selagi tidak melakukan atau selagi benar ya maju terus," ujar Raffi Ahmad.
Fakta Sebenarnya: Hanya Diajak Foto di Chicago
Terkait tuduhan yang beredar, Raffi menjelaskan kronologi sebenarnya. Ia mengakui pernah berada di depan toko Blueray Cargo saat sedang berlibur ke Chicago, Amerika Serikat, bersama para sahabatnya, yakni Desta, Gading Marten, dan Ariel Noah.
Saat itu, ia baru saja keluar dari sebuah tempat makan milik orang Indonesia, lalu ditarik oleh pemilik toko Blueray Cargo—yang juga orang Indonesia—untuk berfoto di depan tokonya.
"Yang punya toko Blueray juga orang Indonesia. Ya sesama orang Indonesia diajak foto, ya saya foto bareng lah," ucapnya.
Raffi membantah keras adanya komunikasi apalagi transaksi barang secara ilegal seperti yang dituduhkan.
"Saya gak pernah menitipkan barang apapun. Saya tidak punya nomor telepon mereka, padahal saya katanya disebut ada komunikasi, gak ada sama sekali," tegas Raffi Ahmad.
"Gak ada sama sekali transaksional. Mereka minta nomor saya aja gak saya kasih, orang gak kenal," sambungnya.
Bahkan, saat ditawari barang-barang mewah secara gratis oleh pemilik toko, ayah tiga anak ini menolaknya. Ia memastikan dirinya tidak pernah masuk ke dalam toko tersebut.
"Pintunya cuma dibuka doang dijelasin dari luar tokonya seperti apa. Lalu cici nya bilang mau kasih handphone iPhone 17 Pro Max gratis, saya bilang gak usah," jelasnya.
"Jadi ya hanya sebatas basa basi aja sih mereka menawarkan handphone, laptop, dan lain-lain karena sampai sekarang gak ada pengirimannya," tambahnya.
Hotman Paris: Ini Kemungkinan BAP yang Diolah Jadi Fitnah
Senada dengan Raffi, Hotman Paris selaku penasihat hukum menegaskan bahwa kliennya sama sekali tidak terlibat dalam pusaran kasus suap Bea Cukai yang sedang diselidiki.
"Faktanya dia (Raffi) cuma di depan tidak berkunjung ke toko blueray ini. Terus juga gak masuk kedalam, gak ada transaksional," tegas Hotman Paris.
"Kemungkinan diolah lah jadi fitnah sampai sekarang ini. Jadi ini fitnah ya," pungkas Hotman Paris.